Bujang Dara III Pekanbaru Ajak Gen Z Lestarikan Budaya Melayu lewat Media Sosial
- 28 Agt 2026 21:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Hal ini turut menjadi perhatian Bujang Dara III Pekanbaru, Zhafran Fitra Irawan dan Annisa Indriana.
Dalam program Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru, Kamis 27 Agustus 2026, keduanya berbagi pandangan mengenai pentingnya budaya lokal tetap dekat dengan kehidupan generasi muda. Menurut Zhafran, perkembangan media sosial justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Melayu dengan cara yang lebih menarik.
“Di zaman sekarang yang sudah sangat modern dan masyarakat sudah melek media sosial, nah dari situ kita bisa melestarikan budaya Melayu melalui media sosial,” ujar Zhafran.
Menurutnya, generasi muda dapat membuat konten pendek mengenai budaya Melayu dengan kemasan yang kreatif. Dengan begitu, budaya tidak hanya sekadar diketahui, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda.
Sementara itu, Annisa menilai sebenarnya banyak budaya Melayu yang sudah hidup berdampingan dengan masyarakat, meski sering kali tidak disadari. Salah satunya adalah pantun yang kerap digunakan dalam berbagai kegiatan.
“Kalau ada acara, pasti ada pantun, kan. Itu sebenarnya secara gak sadar, sudah menjadi budaya yang berdampingan dengan hidup kita,” kata Annisa.
Ia juga menyoroti penggunaan kembali pakaian tradisional Melayu, termasuk baju singkap. Menurutnya, upaya memperkenalkan pakaian tradisional melalui lingkungan pemerintahan dapat menjadi contoh agar masyarakat semakin mengenal budaya lokal.
Zhafran menambahkan, perkembangan musik juga dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan budaya Melayu kepada anak muda. Lagu-lagu Melayu yang dikemas dengan aransemen modern dan beredar di media sosial dinilai dapat membuat generasi muda menikmati budaya tanpa merasa sedang mempelajari sesuatu yang kuno.
Selain itu, penggunaan songket dan tanjak oleh pelajar dalam berbagai kegiatan juga dinilai sebagai bentuk meningkatnya kesadaran terhadap budaya Melayu. Namun, Zhafran mengingatkan bahwa penggunaan atribut budaya tetap perlu disertai edukasi agar sesuai dengan nilai dan tata cara yang berlaku.
Keduanya berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya mengenal budaya Melayu, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Budaya Melayu dinilai memiliki banyak nilai positif yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....