Tradisi Badewo Suku Bonai Warisan Pengobatan Sakral yang Terus Dilestarikan

  • 05 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern, masyarakat adat Suku Bonai di pedalaman Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau masih mempertahankan Tradisi Badewo sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan pengobatan tradisional. Tradisi ini merupakan ritual penyembuhan yang dipimpin oleh seorang dukun atau batin dengan menggunakan doa-doa, mantra, iringan musik tradisional, serta media tertentu yang dipercaya menjadi perantara untuk memohon kesembuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi masyarakat Bonai, Badewo bukan sekadar praktik pengobatan, melainkan bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Dikutip dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV (Kementerian Kebudayaan), secara historis Tradisi Badewo telah hidup sejak nenek moyang Suku Bonai mendiami kawasan hutan dan daerah aliran sungai di wilayah Rokan Hulu.

Pada masa ketika akses terhadap layanan kesehatan modern belum tersedia, masyarakat mengandalkan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi untuk mengobati berbagai penyakit yang diyakini berasal dari faktor fisik maupun gangguan nonfisik. Ritual ini berkembang sebagai bentuk perpaduan antara kearifan lokal, penghormatan terhadap alam, serta nilai-nilai spiritual masyarakat adat. Pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan Badewo umumnya diwariskan secara lisan kepada calon penerus yang dianggap memiliki kemampuan dan tanggung jawab menjaga tradisi tersebut.

Pelaksanaan Badewo dilakukan melalui serangkaian tahapan yang sakral. Ritual diawali dengan persiapan berbagai perlengkapan adat, seperti kemenyan, air, dedaunan obat, serta sesaji sesuai ketentuan adat setempat. Prosesi dipimpin oleh seorang dukun adat yang membacakan mantra dan doa sambil diiringi tabuhan alat musik tradisional untuk menciptakan suasana khidmat.

Dalam beberapa tahapan, pemimpin ritual memasuki kondisi trans sebagai bagian dari proses penyembuhan yang dipercaya masyarakat. Meski demikian, masyarakat Bonai saat ini umumnya memandang Badewo sebagai bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian pengetahuan tradisional, tanpa mengesampingkan pentingnya layanan kesehatan modern.

Hingga kini, Tradisi Badewo masih dapat dijumpai di sejumlah komunitas Suku Bonai, meskipun intensitas pelaksanaannya semakin berkurang akibat perubahan gaya hidup, kemajuan teknologi, serta berkurangnya jumlah pewaris yang menguasai ritual tersebut. Tantangan lain datang dari minimnya dokumentasi tertulis dan berkurangnya minat sebagian generasi muda untuk mempelajari tradisi secara mendalam. Namun demikian, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan melalui pendokumentasian budaya, penelitian akademik, festival budaya daerah, hingga pengenalan budaya lokal di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan Tradisi Badewo sebagai bagian dari kekayaan budaya Riau.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama Pemerintah Provinsi Riau, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta komunitas budaya terus mendorong pelestarian Tradisi Badewo melalui pembinaan masyarakat adat, penyelenggaraan festival budaya, inventarisasi warisan budaya tak benda, dan promosi budaya lokal kepada masyarakat luas. Dukungan juga datang dari kalangan akademisi dan generasi muda yang mulai terlibat dalam kegiatan dokumentasi digital, penelitian, serta publikasi mengenai budaya Suku Bonai melalui berbagai media. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan generasi muda menjadi kunci agar Tradisi Badewo tetap lestari sebagai warisan budaya yang memperkaya identitas Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau di tengah arus globalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....