Tari Makan Sirih Warisan Penyambutan Tamu dalam Budaya Melayu Pekanbaru

  • 12 Jun 2026 15:43 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID,Pekanbaru- Tari Makan Sirih merupakan salah satu kesenian tradisional Melayu yang sangat dikenal di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tarian ini biasanya ditampilkan sebagai tari persembahan atau tari penyambutan tamu kehormatan dalam berbagai acara resmi, baik tingkat daerah maupun nasional. Dengan gerakan yang lemah gemulai dan iringan musik Melayu yang khas, Tari Makan Sirih menjadi simbol keramahan masyarakat Melayu dalam menyambut para tamu yang datang berkunjung.

Dikutip dari Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Sejarah Tari Makan Sirih tidak terlepas dari tradisi masyarakat Melayu yang menjadikan sirih sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan adat istiadat. Tradisi menyuguhkan sirih kepada tamu telah berlangsung sejak zaman Kesultanan Melayu sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan yang tulus.

Seiring berkembangnya seni pertunjukan Melayu pada pertengahan abad ke-20, tradisi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk tarian yang dikenal sebagai Tari Makan Sirih. Di Pekanbaru, tarian ini mulai dikenal luas sejak perkembangan seni budaya Melayu yang semakin aktif dipromosikan oleh pemerintah daerah dan sanggar-sanggar seni.

Dalam budaya Melayu Riau, Tari Makan Sirih memiliki makna yang sangat mendalam. Sirih yang disajikan kepada tamu melambangkan ketulusan hati, persahabatan, dan rasa hormat. Filosofi sirih mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama, mempererat persaudaraan, serta menghargai setiap tamu yang datang. Oleh karena itu, pemberian tepak sirih dalam tarian ini bukan sekadar simbolis, melainkan mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Melayu.

Hubungan Tari Makan Sirih dengan adat Melayu Riau sangat erat karena tarian ini menjadi bagian dari prosesi penyambutan tamu penting, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, maupun tamu kehormatan dari luar daerah. Dalam pertunjukannya, para penari mengenakan busana adat Melayu lengkap dan membawa tepak sirih yang kemudian dipersembahkan kepada tamu utama. Prosesi tersebut menjadi lambang penghormatan sekaligus ungkapan selamat datang yang penuh kehangatan dan kesantunan khas Melayu.

Di era modern, berbagai upaya terus dilakukan untuk melestarikan Tari Makan Sirih agar tetap dikenal oleh generasi muda. Pemerintah daerah, sekolah, komunitas budaya, dan sanggar seni aktif mengadakan pelatihan, festival budaya, serta pertunjukan seni yang menampilkan Tari Makan Sirih.

Selain itu, pemanfaatan media sosial dan platform digital turut membantu memperkenalkan tarian ini kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan dukungan berbagai pihak, Tari Makan Sirih diharapkan tetap menjadi identitas budaya Melayu Riau yang lestari dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....