Gambus dan Marwas, Warisan Musik Melayu yang Tetap Bergema di Bengkalis

  • 12 Jun 2026 11:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan seni dan budaya Melayu. Di antara warisan budaya yang masih bertahan hingga kini adalah kesenian musik Gambus dan Marwas.

Kedua jenis musik ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu Bengkalis sejak berabad-abad lalu. Kehadirannya tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana dakwah, pendidikan, serta penguat identitas budaya masyarakat pesisir Melayu.

Dikutip dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kepri, secara historis, musik Gambus berasal dari pengaruh budaya Timur Tengah yang masuk ke Nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Alat musik gambus yang dipetik kemudian beradaptasi dengan budaya lokal Melayu dan berkembang pesat di wilayah pesisir Riau, termasuk Pulau Bengkalis. Sementara itu, Marwas merupakan alat musik perkusi berbentuk gendang kecil yang dimainkan dengan cara dipukul dan biasanya menjadi pengiring utama dalam pertunjukan gambus maupun tari zapin. Perpaduan keduanya melahirkan irama khas Melayu yang bernuansa religius dan penuh makna.

Dalam budaya Melayu Bengkalis, Gambus dan Marwas memiliki peran yang sangat penting. Kesenian ini kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat seperti pernikahan, khitanan, peringatan hari besar Islam, hingga festival budaya daerah. Musik gambus dan marwas juga menjadi pengiring utama dalam pertunjukan tari zapin yang berkembang luas di Bengkalis. Melalui syair-syair yang dilantunkan, masyarakat menyampaikan pesan moral, nilai keagamaan, nasihat kehidupan, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Memasuki era modern, keberadaan Gambus dan Marwas menghadapi tantangan akibat perkembangan teknologi dan masuknya budaya populer. Namun demikian, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan oleh pemerintah daerah, sanggar seni, sekolah, dan komunitas budaya. Kegiatan festival budaya, pelatihan seni tradisional, pertunjukan rutin, serta pengenalan musik gambus dan marwas kepada pelajar menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya ini. Pemanfaatan media digital dan media sosial juga mulai digunakan untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.

Saat ini, generasi muda Bengkalis mulai menunjukkan ketertarikan kembali terhadap seni tradisional Melayu. Sejumlah kelompok seni dan sanggar budaya aktif melibatkan anak-anak dan remaja dalam pelatihan memainkan gambus dan marwas.

Dukungan pemerintah melalui program pelestarian budaya serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi kesenian ini. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Gambus dan Marwas diharapkan tetap hidup dan berkembang sebagai identitas budaya Melayu Bengkalis yang membanggakan di tengah arus globalisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....