Mandi Safar Bengkalis Warisan Budaya Melayu yang terus dilestarikan

  • 10 Jun 2026 10:02 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tradisi Mandi Safar merupakan salah satu adat istiadat masyarakat Melayu yang hingga kini masih dilestarikan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, khususnya di Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara. Tradisi yang dilaksanakan pada bulan Safar dalam kalender Hijriah ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis menetapkan Mandi Safar sebagai agenda budaya tahunan karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan pariwisata yang penting bagi daerah. Dikutip dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, secara historis, tradisi Mandi Safar diyakini berasal dari perpaduan budaya Melayu dan nilai-nilai Islam yang berkembang di wilayah pesisir Bengkalis sejak ratusan tahun lalu. Masyarakat setempat meyakini bahwa pelaksanaan Mandi Safar pada hari Rabu terakhir bulan Safar merupakan bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT agar terhindar dari berbagai musibah, penyakit, dan malapetaka. Seiring perjalanan waktu, tradisi ini berkembang menjadi simbol identitas budaya masyarakat Rupat yang tetap dipertahankan hingga saat ini.

Makna religius dan budaya dalam tradisi Mandi Safar sangat kental. Selain sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga, tradisi ini juga menjadi media pelestarian nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Rangkaian kegiatan biasanya diawali dengan doa bersama, pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an, tepuk tepung tawar, hingga prosesi mandi menggunakan air yang telah dipersiapkan secara khusus. Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul di kawasan pantai dan mengikuti berbagai ritual adat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada masa kini, pelaksanaan Mandi Safar tidak hanya menjadi ritual budaya masyarakat setempat, tetapi juga berkembang menjadi festival budaya yang menarik wisatawan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga secara rutin menyelenggarakan Festival Budaya Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak. Selain mempertahankan prosesi adat, festival ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya Melayu dan kegiatan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kunjungan wisata serta pendapatan masyarakat lokal.

Perkembangan tradisi Mandi Safar dari masa ke masa menunjukkan kemampuan masyarakat Bengkalis dalam menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan melalui keterlibatan tokoh adat, masyarakat, generasi muda, serta dukungan pemerintah daerah yang menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan resmi.

Pemerintah juga mendorong promosi budaya dan edukasi kepada generasi muda agar nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Mandi Safar tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, tradisi Mandi Safar di Bengkalis diharapkan terus menjadi simbol identitas budaya Melayu yang membanggakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....