Milad ke-56 dan Musyawarah Kerja Lembaga Adat Melayu Riau 2026
- 06 Jun 2026 09:32 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sempena memperingati Hari Jadi (Milad) ke-56, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan Musyawarah Kerja (Musker) 2026 pada Jumat 5 Juni 2026 menjadi momentum sakral dan refleksi besar untuk tidak sekadar menjaga warisan budaya sebagai pajangan masa lalu, melainkan mengaktualisasikannya dalam tatanan kehidupan modern saat ini.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Haji Taufik Ikram Jamil, menegaskan bahwa esensi dari adat dan kebudayaan Melayu harus berdampak nyata dalam keseharian masyarakat, bukan sekadar simbol warisan yang kaku.
"Bahwa kita mendekatkan hak adab itu bukan hanya untuk kewarisan sebagai perusahaan (aset statis), tapi bagaimana dia bisa diakibatkan (diimplementasikan) dalam kehidupan. Itu yang paling penting," tegas Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Beliau memberi contoh sederhana namun mendalam mengenai tradisi lisan Melayu. "Karena kita belajar pantun bukan hanya untuk kita simpan. Tetapi perkara pantun ini harus berperan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau memberikan dukungan penuh agar internalisasi nilai-nilai Melayu masuk lebih dalam ke sektor pendidikan. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi, menyampaikan bahwa pemerintah ingin generasi muda Riau memahami fondasi dasar kebudayaan mereka secara substantif.
"Kita ingin anak-anak, generasi muda, akan memahami apa itu Melayu, apa itu kultur Melayu. Tidak hanya sebatas petatah-petitih atau hafalan, tapi filosofi-filosofi Melayu itu yang mereka harus pahami betul," ujar Helmi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Helmi menantang dunia akademis, khususnya rumpun institusi pendidikan di Riau, untuk mengambil peran lebih besar.
"Makanya kami berharap bahwa setiap lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan tinggi, harus banyak berkontribusi dalam kajian-kajiannya terhadap Melayu," pungkasnya.
Melalui Musker 2026 ini, LAMR diharapkan mampu merumuskan program kerja strategis yang dapat memperkuat sinergi antara dunia adat, pemerintah, dan institusi pendidikan demi kelestarian tamadun Melayu di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....