Tong Along-Along, Permainan Anak Melayu yang Hadirkan Tawa Selepas Mengaji
- 22 Mei 2026 11:06 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dulu, suara tawa anak-anak di halaman rumah menjadi pemandangan yang biasa ditemui di lingkungan masyarakat Melayu Riau. Seusai mengaji pada malam hari, anak-anak berkumpul memainkan berbagai permainan tradisional yang sederhana namun penuh makna. Kini, suasana itu perlahan mulai menghilang, termasuk permainan Tong Along-Along yang dulu pernah akrab di tengah kehidupan anak-anak Melayu.
Permainan tradisional ini bukan hanya sekadar hiburan pengisi waktu luang. Tong Along-Along juga menjadi bagian dari cara anak-anak belajar tentang kebersamaan, kekompakan, dan interaksi sosial secara langsung.
Menurut laman budaya-indonesia.org Tong Along-Along biasanya dimainkan oleh empat hingga lima anak perempuan secara berkelompok. Mereka saling berpegangan tangan sambil mengaitkan kaki secara selang-seling, lalu bergerak berputar sambil menyanyikan lagu khas permainan tersebut.
Meski tampak sederhana, permainan ini membutuhkan konsentrasi dan kerja sama. Para pemain harus menjaga keseimbangan agar pegangan tangan tidak terlepas dan kaitan kaki tetap terhubung selama permainan berlangsung.
Permainan ini umumnya dimainkan pada malam hari setelah anak-anak selesai mengaji. Suasana kampung yang tenang, udara malam yang sejuk, serta kebersamaan anak-anak di halaman rumah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari permainan tersebut.
Di balik kesederhanaannya, Tong Along-Along menyimpan nilai budaya yang kuat. Anak-anak diajarkan untuk bergerak bersama, menjaga ritme, dan saling membantu agar permainan tetap berjalan. Tidak ada persaingan berlebihan, yang ada justru kebersamaan dan keceriaan.
Kini, permainan seperti Tong Along-Along sudah semakin jarang terlihat. Kehadiran gadget dan permainan digital membuat banyak anak lebih sering bermain sendiri di dalam rumah dibanding berkumpul bersama teman sebaya di lingkungan sekitar.
Padahal, permainan tradisional tidak hanya menyimpan nilai hiburan, tetapi juga menjadi warisan budaya yang membentuk karakter sosial anak-anak.
Karena itu, mengenalkan kembali permainan tradisional Melayu menjadi langkah penting agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan budaya daerahnya sendiri.
Tong Along-Along mungkin hanya permainan sederhana dari masa lalu. Namun dari permainan itulah lahir cerita tentang kehangatan kampung, kebersamaan, dan masa kecil yang tumbuh tanpa jarak di tengah masyarakat Melayu Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....