Joget Sonde Warisan Budaya Suku Akit dari Kepulauan Meranti yang Terus Dijaga

  • 21 Mei 2026 15:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki beragam kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir. Salah satu kesenian tradisional yang masih dikenal hingga kini adalah Joget Sonde, tarian rakyat khas masyarakat suku Akit yang berkembang di wilayah pesisir Meranti. Joget Sonde dipercaya telah ada sejak puluhan tahun lalu dan tumbuh dari tradisi hiburan masyarakat nelayan setelah selesai bekerja di laut maupun saat perayaan adat kampung. Tarian ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat karena mencerminkan kegembiraan, kebersamaan, dan semangat persaudaraan antarwarga.

Dikutip dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, Dalam kehidupan masyarakat suku Akit, Joget Sonde tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan adat. Tarian ini biasanya dipertunjukkan pada acara pesta rakyat, penyambutan tamu, pernikahan, hingga perayaan budaya daerah. Melalui pertunjukan Joget Sonde, masyarakat berkumpul dan berinteraksi dalam suasana penuh keakraban. Nilai gotong royong, rasa hormat kepada sesama, serta semangat menjaga tradisi leluhur menjadi pesan penting yang diwariskan melalui kesenian tersebut.

Joget Sonde juga memiliki makna budaya yang erat dengan identitas masyarakat suku Akit sebagai masyarakat pesisir Melayu di Meranti. Gerakan tari yang sederhana namun dinamis menggambarkan kehidupan masyarakat yang dekat dengan alam dan laut. Para penari biasanya bergerak mengikuti irama musik dengan langkah-langkah ringan, ayunan tangan, serta pola berpasangan yang menciptakan suasana meriah. Selain menjadi hiburan, tarian ini juga dianggap sebagai simbol rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam menjalani kehidupan bersama.

Musik pengiring Joget Sonde umumnya menggunakan alat musik tradisional Melayu seperti gendang, gong kecil, rebana, dan alat musik pukul lainnya. Irama musik dimainkan secara rancak dan berulang sehingga menghidupkan suasana pertunjukan. Dalam perkembangannya, beberapa kelompok seni mulai memadukan alat musik modern tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya. Keberadaan para tokoh seni dan maestro tari daerah juga sangat berperan dalam menjaga kelestarian Joget Sonde melalui pelatihan kepada generasi muda dan penampilan pada berbagai festival budaya di Provinsi Riau.

Di masa kini, Joget Sonde terus diperkenalkan dalam berbagai kegiatan seni dan budaya daerah sebagai upaya pelestarian warisan tradisional masyarakat Meranti. Pemerintah daerah bersama sanggar seni dan tokoh adat berupaya menjaga keberadaan tarian ini agar tidak hilang tergerus modernisasi. Pertunjukan Joget Sonde kini tidak hanya tampil di kampung-kampung adat, tetapi juga hadir dalam festival budaya Melayu, kegiatan pariwisata, dan acara resmi pemerintahan. Kehadiran generasi muda yang mulai mempelajari kesenian tradisional ini menjadi harapan besar agar Joget Sonde tetap hidup sebagai identitas budaya masyarakat Kepulauan Meranti untuk masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....