Menumbai Madu Sialang Tradisi Melayu Indragiri Hilir yang Menjaga Harmoni Alam

  • 18 Mei 2026 12:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tradisi Menumbai Madu Sialang masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Di tengah suasana hutan yang tenang dan gelapnya malam, para penumbai madu dengan penuh keberanian memanjat pohon sialang yang menjulang tinggi untuk mengambil madu lebah liar.

Cahaya obor dan asap dari sabut kelapa menjadi penerang sekaligus alat untuk menghalau lebah. Tradisi ini biasanya dilakukan secara berkelompok dan dipimpin oleh orang yang sudah berpengalaman serta memahami aturan adat yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu Riau.

Dikutip dari Pariwisata Indonesia, Proses panen madu sialang dilakukan dengan cara tradisional yang membutuhkan keterampilan, keberanian, dan kehati-hatian. Sebelum memulai panen, masyarakat biasanya mengadakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan permohonan keselamatan.

Pohon sialang yang menjadi tempat bersarang lebah hutan tidak boleh ditebang sembarangan karena dianggap memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat. Dalam tradisi Melayu, menjaga pohon sialang berarti menjaga keseimbangan alam dan menghormati warisan leluhur yang telah lama hidup berdampingan dengan hutan.

Selain menjadi tradisi budaya, Menumbai Madu Sialang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Madu sialang dikenal memiliki kualitas alami yang tinggi sehingga memiliki nilai jual yang cukup baik di pasaran.

Hasil penjualan madu membantu menambah penghasilan warga desa, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan hutan dan aliran sungai. Tidak hanya itu, tradisi ini juga mulai menarik perhatian wisatawan budaya dan peneliti yang ingin menyaksikan secara langsung proses panen madu tradisional khas Melayu Riau yang masih bertahan hingga kini.

Meski demikian, pelestarian tradisi Menumbai Madu Sialang menghadapi berbagai tantangan di era modern. Berkurangnya kawasan hutan akibat pembukaan lahan dan penebangan liar menjadi ancaman bagi keberadaan pohon sialang dan habitat lebah hutan.

Selain itu, perubahan gaya hidup membuat sebagian generasi muda mulai meninggalkan tradisi lama. Namun para tokoh adat dan masyarakat terus berupaya menjaga tradisi ini melalui kegiatan budaya, edukasi lingkungan, dan pengenalan adat kepada anak-anak muda agar mereka tetap mengenal warisan budaya daerahnya.

Kini harapan untuk melestarikan Menumbai Madu Sialang mulai tumbuh kembali di kalangan masyarakat Indragiri Hilir. Sejumlah generasi muda mulai belajar memanjat pohon sialang, memahami tata cara adat, hingga mengenal pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.

Tradisi ini tidak hanya mengajarkan cara mencari madu, tetapi juga mengandung nilai gotong royong, keberanian, rasa hormat kepada alam, dan kebersamaan dalam masyarakat Melayu Riau. Dengan menjaga kelestarian hutan dan adat istiadat, masyarakat berharap tradisi Menumbai Madu Sialang akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai identitas budaya daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....