Manolam, Syair Lisan Khas Kampar yang Mulai Langka

  • 11 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah berkembangnya hiburan modern, masyarakat Kabupaten Kampar, Riau masih menyimpan satu warisan budaya lisan yang sarat nilai agama dan nasihat kehidupan, yakni Tradisi Manolam. Tradisi ini dikenal sebagai seni bersyair yang dinyanyikan tanpa iringan alat musik dan diwariskan turun-temurun di tengah masyarakat Kampar.

Dikutip dari data Tradisi Manolam masyarakat Kampar, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, Manolam atau Nolam merupakan sastra lisan khas masyarakat Kampar yang dibawakan dengan irama tertentu menggunakan Bahasa Ocu. Syair-syairnya dilantunkan seperti membaca puji-pujian atau barzanji, dengan nada khas yang lembut dan penuh penghayatan.

Tradisi ini masih dapat ditemukan di Padang Danau, Dusun Pulau Sialang, Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Biasanya, Manolam dibawakan oleh kelompok ibu-ibu, baik secara bersama-sama maupun perorangan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan adat masyarakat.

Isi syair Manolam didominasi pesan-pesan keislaman, nasihat moral, serta petuah kehidupan yang mengajarkan kebaikan kepada masyarakat. Nilai religi yang kuat menjadi ciri utama tradisi ini. Karena itu, Manolam sering ditampilkan dalam peringatan Isra Mi’raj, hari besar Islam, pengajian kampung, hingga acara adat bernuansa keagamaan.

Keunikan Manolam terletak pada cara penyampaiannya yang sederhana tanpa alat musik. Kekayaan bunyi justru muncul dari kekompakan suara dan intonasi para pelantun syair. Bahasa Ocu yang digunakan juga menjadi daya tarik tersendiri karena mencerminkan identitas budaya masyarakat Kampar.

Dahulu, tradisi ini sangat digemari masyarakat. Banyak kelompok Manolam terbentuk di berbagai kampung dan aktif tampil dalam acara-acara masyarakat.

Namun, perkembangan zaman membuat tradisi tersebut mulai jarang diminati generasi muda. Modernisasi dan perubahan pola hiburan menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya lisan itu.

Pelestarian Tradisi Manolam kini dinilai penting agar warisan budaya Kampar tidak hilang ditelan zaman. Selain menjadi identitas budaya daerah, Manolam juga menyimpan nilai pendidikan karakter, spiritualitas, dan kebersamaan yang masih relevan hingga sekarang.

Pemerhati budaya berharap tradisi ini terus dikenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan seni, festival budaya, hingga pendidikan muatan lokal agar Manolam tetap hidup di tengah masyarakat Riau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....