Musik Calempong Warisan Budaya Melayu yang tetap Lestari

  • 07 Mei 2026 21:21 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru- Musik Calempong merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Melayu yang berkembang di wilayah Riau, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Calempong dikenal sebagai musik tradisional yang memiliki irama khas dan sering dimainkan dalam berbagai kegiatan adat masyarakat.

Bunyi alat musik ini berasal dari pukulan pada logam kecil berbentuk gong yang menghasilkan nada-nada harmonis. Musik Calempong menjadi bagian penting dari identitas budaya Melayu karena diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Dikutip dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, sejarah dan asal usul musik Calempong diperkirakan berasal dari pengaruh budaya Minangkabau dan Melayu yang berkembang melalui hubungan perdagangan serta interaksi masyarakat di wilayah Sumatra. Dalam perkembangannya, masyarakat Kuansing mengolah musik ini menjadi ciri khas daerah mereka sendiri.

Dahulu, Calempong dimainkan sebagai hiburan rakyat dan pengiring upacara adat kerajaan maupun kegiatan masyarakat. Seiring waktu, musik ini semakin dikenal dan menjadi simbol kebudayaan tradisional yang memiliki nilai seni tinggi.

Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Calempong terdiri dari beberapa jenis, seperti calempong atau telempong, gondang (gendang), oguang (gong), dan kadang ditambah alat musik pendukung lainnya. Calempong dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul kayu untuk menghasilkan nada tertentu.

Dalam satu kelompok pertunjukan biasanya dimainkan oleh sekitar 5 sampai 10 orang, tergantung kebutuhan acara dan jumlah alat musik yang digunakan. Setiap pemain memiliki peran masing-masing untuk menciptakan irama yang selaras dan indah didengar.

Musik Calempong biasanya digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya masyarakat Melayu. Kesenian ini sering tampil dalam acara pernikahan adat, penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, Pacu Jalur, khitanan, hingga perayaan hari besar daerah.

Selain sebagai hiburan, musik Calempong juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat karena dimainkan secara bersama-sama. Irama yang semangat dan meriah membuat suasana acara menjadi lebih hidup dan penuh kebersamaan.

Di zaman modern, musik Calempong menghadapi berbagai tantangan, seperti berkurangnya minat generasi muda terhadap seni tradisional akibat pengaruh musik modern dan perkembangan teknologi. Selain itu, jumlah pemain dan pengrajin alat musik tradisional juga semakin sedikit.

Namun demikian, masyarakat dan pemerintah daerah terus berupaya melestarikan kesenian ini melalui festival budaya, pendidikan seni di sekolah, dan pertunjukan daerah. Harapannya, musik Calempong tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai warisan budaya Melayu yang membanggakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....