Tradisi Lamaran di Kuantan Singingi, Simbol Adat dan Kekeluargaan
- 27 Apr 2026 08:49 WIB
- Pekanbaru
KBRN , Pekanbaru : Tradisi lamaran atau pertunangan di Kabupaten Kuantan Singingi masih menjadi bagian penting dalam rangkaian adat perkawinan masyarakat Melayu setempat. Prosesi ini bukan sekadar formalitas menuju pernikahan, melainkan sarat makna adat, nilai kesopanan, serta penghormatan terhadap keluarga kedua belah pihak.
Dalam budaya masyarakat Kuansing, tradisi lamaran umumnya diawali dengan proses perkenalan antar keluarga. Tahap ini kemudian dilanjutkan dengan pertemuan resmi yang melibatkan ninik mamak (tokoh adat) dari kedua pihak. Kehadiran tokoh adat menunjukkan bahwa pernikahan bukan hanya urusan individu, tetapi juga menyangkut kehormatan keluarga besar.
Pada prosesi lamaran, pihak laki-laki datang membawa berbagai hantaran sebagai simbol keseriusan. Selain itu, dialog adat atau yang dikenal dengan “tutur kata adat” menjadi bagian penting dalam acara tersebut. Penyampaian maksud lamaran dilakukan secara santun dan penuh kiasan, mencerminkan budaya Melayu yang menjunjung tinggi etika berbicara.
Dalam penelitian tentang adat perkawinan di Kuansing , yang di teliti melalui Jurnal penelitian adat perkawinan Kuantan Singingi (Universitas Riau), disebutkan salah satu bagian penting adalah proses “serah menyerahkan anak kemenakan” yang menandai kesepakatan kedua keluarga menuju pernikahan . Tahapan ini menunjukkan bahwa lamaran bukan hanya simbol cinta, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial dan adat.
Budaya di Kuantan Singingi sendiri dipengaruhi oleh tradisi Melayu dan Minangkabau, sehingga nilai musyawarah, kekeluargaan, serta penghormatan terhadap adat sangat kuat dalam setiap prosesi, termasuk lamaran .
Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan. Melalui pertemuan lamaran, kedua belah pihak saling mengenal lebih dekat sebelum memasuki jenjang pernikahan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, prosesi ini juga diiringi dengan kesenian tradisional atau petuah adat yang berisi nasihat kehidupan rumah tangga.
Di tengah modernisasi, masyarakat Kuansing masih berupaya mempertahankan tradisi lamaran ini sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga pedoman dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berlandaskan nilai adat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....