Keong Sawah Peluang Menggiurkan dari Lahan Persawahan

  • 16 Jul 2025 16:33 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN,Pekanbaru : Keong sawah yang dahulu dianggap hama, kini berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di tengah meningkatnya permintaan terhadap pangan alternatif dan sumber protein murah, keong sawah mulai dilirik sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Usaha ini sangat cocok dikembangkan di pedesaan yang memiliki banyak lahan sawah aktif maupun pasca-panen. Keong sawah (biasanya jenis Pila ampullacea) sering ditemukan hidup di sawah atau saluran irigasi.

Dikutip dari http://bbsdlp.litbang.pertanian.go.id, populasi keong yang cepat berkembang membuat keong ini mudah dibudidayakan. Selain itu, keong sawah memiliki nilai gizi tinggi, kaya akan protein, kalsium, dan zat besi, serta digemari oleh masyarakat di berbagai daerah sebagai bahan olahan seperti sate keong, keripik keong, atau pepes keong.

Budidaya keong sawah tergolong mudah dan murah. Lahan sawah bekas panen atau kolam kecil bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan. Tidak perlu pakan khusus karena keong dapat memakan sisa tanaman, gulma, atau limbah organik lainnya.

Keong betina bisa bertelur hingga ratusan butir, yang menetas dalam waktu sekitar 2 minggu. Dalam 3–4 bulan, keong sudah siap panen. Dengan pengelolaan yang baik, siklus produksi bisa terus berputar dan menghasilkan panen berkala.

Harga keong sawah di tingkat pengepul bisa mencapai Rp5.000–Rp10.000 per kilogram. Jika diproses menjadi makanan siap saji, nilai jualnya bisa meningkat hingga 3–5 kali lipat. Selain dijual mentah, produk olahan keong juga bisa dipasarkan secara daring sebagai makanan khas daerah yang eksotis dan bergizi.

Beberapa tantangan utama dalam bisnis ini adalah musim kemarau yang mengeringkan lahan, serta stigma masyarakat yang masih menganggap keong sebagai hama atau makanan rendah nilai. Namun, dengan edukasi, inovasi produk, dan dukungan pasar lokal, bisnis ini berpotensi tumbuh dan menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi petani dan warga desa.

Keong sawah bukan lagi sekadar hewan liar di persawahan, melainkan aset ekonomi yang bisa digarap secara serius. Dengan modal kecil, lahan sederhana, dan perawatan minim, usaha ini bisa mendatangkan keuntungan yang stabil.

Jika dikelola secara terpadu, keong sawah bisa menjadi salah satu alternatif usaha agribisnis yang menggiurkan di tengah keterbatasan lahan dan modal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....