Makna Baju Kurung Melayu

  • 01 Agt 2024 10:41 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru : Salah satu pakaian adat Melayu termasuk juga melayu Riau adalah Baju Kurung. Tidak hanya sebagai baju adat, baju kurung juga memiliki makna dan mengandung filosofi tinggi yang selama berabad-abad mampu mengokohkan budaya melayu dan mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Melayu, bermakna sebagai pagar diri, memagari pemakainya dari berbuat yang dipantang larangan oleh ajaran agama, malu melanggar ajaran agama.

Dapat pula bermakna sebagai pengendali diri dari berbuat yang tidak baik, tidak senonoh, sebagai tunjuk ajar, mengekalkan Melayu, menolak bala dan mendatangkan manfaat.

Dukitip dari : disbud.kepriprov.go.id berpakaian baju kurung Melayu dengan tepat mengandung makna :

- Malu

Salah satu sifat orang Melayu adalah malu. Malu bermakna bahwa orang melayu malu melakukan perbuatan yang tak patut, yang melanggar ajaran agama, malu tidak beradat, malu berbuat tidak senonoh yang di pantangan adat dan agama.

Ungkapan diatas menunjukkan bahwa pakaian tradisional baju kurung melayu dibuat dan ditetapkan sesuai menurut acuan adat, tidak dapat dibuat-buat atau mengada-ada menurut selera pemakainya. Berbaju kurung bermakna mengurung diri dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama.

- Tahu Diri

Setiap orang Melayu dituntut oleh ajaran agama dan adat istiadat untuk “bersikap tahu diri”. Orang yang tahu diri berarti tahu hakikat dan tujuan hidup. Sebaliknya orang yang “tidak tahu diri atau lupa diri” akan tersesat dalam kehidupan di dunia dan tersiksa di akhirat.

Dalam ungkapan juga dikatakan “Bila orang Tahu diri, di dunia mulia di akhirat terpuji. Dengan berbaju kurung orang melayu dituntut untuk menyadari dirinya, tahu diri siapa sesungguhnya. Berpakai patut baju kurung, yang bermakna filosofi tahu diri tergambar dari ketentuan adat yang menetapkan pakaian yang sesuai menurut status sosialnya, dalam cara memakainya, tempat memakai kelengkapan nya dan sebagainya.

- Tunjuk Ajar

Makna filosofi disini menanamkan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma-norma social yang hidup didalam masyarakat. Tunjuk ajar sangatlah diutamakan dalam kehidupan orang Melayu. Sebutan kurang ajar, tak masuk ajar , amatlah dipantangkan karena dianggap penghinaan, merendahkan dan mencerminkan orang itu tidak pernah mendapat tunjuk ajar dari orang tuanya.

- Menegakkan Tuah Membangkitkan Marwah

Orang tua-tua mengatakan “kalau memakai pakaian Melayu, tuah bangkit marwah melekat.” Pada zaman kerajaan ,raja-raja meletakkan lambang kerajaan di kepala atau bagian dadanya atau memakai kelengkapan lain. Demikian pula orang besar kerajaan, pemangku dan pemuka adat dan sebagainya. Semakin tinggi status social, semakin beragam pula lambang-lambang yang dilekatkan sebagai lat kelengkapan pakaian adat.

- Mengekalkan Melayu

Bagaimanapun beragam dan serasinya pakaian Melayu, namun bentuk dasar pakaian Melayu tetaplah dijadikan acuan utama. Misalnya dapat dilihat dari guntingan atau potongan pakaian Melayu yang tetap mengacu kepada pakai patut baju kurung, yakni : untuk laki-laki baju kurung cekak musang dan Teluk Belanga, untuk baju kurung yang berkekek dan berpesak gantung. Prinsip ini mencerminkan makna mengekalkan Budaya melayu sehingga orang dapat mengetahui ciri Melayu itu di dalam pakaiannya. Dengan acuan ini pulalah pakai patut baju kurung mengandung filosofi “mengekalkan Melayu” sehingga tak Melayu hilang di bumi

- Menolak Bala

Orang tua-tua mengatakan “kalau sempurna memakai pakaian Melayu, bala tidak melekat.” Dengan berpakai patut baju kurung orang dapat mencegah diri dari berbagai tindakan yang tidak baik seperti hal-hal yang menjurus ke perilaku maksiat sehingga maka yang memakainya terhindar dari bala bencana dunia dan akhirat.

- Mendatangkan Manfaat

Yang dimaksud mendatangkan manfaat adalah kedamaian , kebaikan dan sebagainya yang bermanfaat untuk kehidupan manusia terutama pemakainya. Didalam pakaian baju kurung Melayu dijalin pakaian dunia dan akhirat, yang maksud kan adlah mengisyarakatkan bahwa didalam pakaian Melayu terdapat nilai-nilai luhur yang bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan nilai-nilai yang bermanfaat untuk kehidupan di akhirat. Baju Melayu mencerminkan falsafah dan pandangan hidup orang Melayu yang berusaha mencari dan memelihara keseimbangan lahiriah dan batiniah, keseimbangan duniawi dan ukhrawi. Keseimbangan ini lazim disebut oleh orang Melayu sebagai manusia yang benar-benar menjadi “orang”.





Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....