Transaksi Kongkret Perdana KAD TPID Riau dengan Sumut Ditandatangani

  • 01 Okt 2026 15:32 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Riau bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau memperkuat implementasi strategi stabilisasi harga pangan melalui implementasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Provinsi Sumatera Utara yang menjadi salah satu sentra penghasil komoditas pangan. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) jual-beli secara business-to-business (B2B) untuk komoditas beras, cabai merah, dan bawang merah, sekaligus disertai dengan realisasi konkret transaksi perdana.

Penandatanganan NK disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, AP., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman.

Dalam siaran pers, Kamis 1 Oktober 2026, Panji Achmad menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan dua pembeli dari Provinsi Riau, yaitu PT Riau Pangan Bertuah dan PT Sarana Pangan Madani, serta 6 produsen/kelompok tani unggulan dari berbagai sentra produksi di Sumatera Utara yang juga merupakan binaan Bank Indonesia serta gabungan petani milenial, yaitu Kelompok Tani Gapeca Sergai (Kab Serdang Bedagai), Kelompok Tani Harapan Desa Pematang Pelintahan (Kab Serdang Bedagai), CV Perdana Karya Mujur (Kab Deli Serdang), Kelompok Tani Mekar Jaya (Kab Humbang Hasundutan) dan Kelompok Tani Menanti Desa Pangaribuan (Kab Tapanuli Selatan) serta Koperasi Produsen Pertanian Pesisir Sejahtera (Kab Batubara).

"Tidak hanya penandatanganan kerja sama sebagai bentuk komitmen, KAD Riau–Sumatera Utara langsung diwujudkan melalui transaksi riil antarpelaku usaha. PT Riau Pangan Bertuah merealisasikan pembelian 200 kg cabai merah dari Kelompok Tani Gapeca Sergai dan 5 ton beras dari Kelompok Tani Harapan, sementara PT Sarana Pangan Madani merealisasikan pembelian 1 ton beras dari Kelompok Tani Harapan. Dengan demikian, transaksi perdana mencapai 6 ton beras dan 200 kg cabai merah," kata Panji.

Realisasi transaksi tersebut selanjutnya ditandai dengan pelepasan armada perdana KAD Sumatera Utara–Riau. Komoditas yang dikirim ke Riau akan disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Kios Pengendalian Inflasi Pangan, sehingga pasokan hasil kerja sama dapat secara langsung mendukung upaya stabilisasi harga di tingkat masyarakat.

Dalam sambutannya, Ameriza M. Moesa, menyampaikan apresiasi atas peran BUMD pangan Provinsi Riau yang inspiratif dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga. Beliau menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu diperkuat melalui tata niaga dan distribusi yang efisien.

Panji Achmad juga menyampaikan bahwa KAD Riau–Sumut merupakan langkah pre-emptive dalam memperkuat ketahanan pasokan pangan dengan memanfaatkan kedekatan geografis dan potensi sentra produksi Sumatera Utara.

Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi sinergi dalam mendorong kerja sama antardaerah yang semakin konkret melalui realisasi transaksi dan kesinambungan pasokan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Melalui semangat kebersamaan dan optimisme, inflasi di Riau diharapkan tetap terjaga dalam rentang sasaran, termasuk saat menghadapi periode Natal dan Tahun Baru. KAD Riau–Sumut sejalan dengan karakteristik Riau yang masih bergantung pada pasokan luar daerah untuk sejumlah komoditas pangan strategis. Sumatera Utara dipilih sebagai mitra strategis karena kedekatan geografis, kesesuaian komoditas, dan potensi sentra produksinya, sehingga diharapkan dapat mendukung distribusi yang lebih efisien, realisasi transaksi yang optimal, serta stabilisasi harga dalam rentang yang wajar," ungkap Syahrial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....