Tips Meraih Prestasi: Percaya Diri, Konsisten, dan Pandai Mengatur Waktu
- 21 Sep 2026 12:03 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjadi siswa berprestasi bukan berarti harus mengesampingkan kegiatan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Justru kemampuan mengatur waktu, menjaga kesehatan, membangun kepercayaan diri, dan mendapatkan dukungan lingkungan menjadi bagian dari proses meraih prestasi.
Hal ini dibagikan Arfa Nashrullah, juara basket internasional, dan Naisya Putri Iskandar, peserta bidang debat konstitusi, dalam Program ROTASI (Obrolan Seputar Literasi) Pro 2 FM Pekanbaru, Rabu 16 September 2026.
Naisya mengatakan, kepercayaan diri menjadi modal penting dalam debat. Menurutnya, peserta tidak cukup hanya mampu menyampaikan argumen, tetapi juga harus memiliki data, fakta, serta solusi terhadap persoalan yang dibahas.
Untuk melatih kemampuan tersebut, Naisya terbiasa berlatih berbicara di depan cermin. Ia mengambil satu objek atau topik, kemudian mencoba menyampaikan pemikirannya secara mandiri. Latihan tersebut dilakukan secara konsisten hingga kemampuan berbicara menjadi lebih terbiasa.
Selain itu, Naisya juga memanfaatkan media daring dan jurnal sebagai sumber referensi. Menurutnya, peserta debat harus mampu melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang sehingga dapat mempersiapkan argumen sekaligus mengantisipasi pendapat lawan.
Sementara itu, Arfa menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik bagi mereka yang menekuni olahraga. Latihan fisik, pola makan seimbang, serta waktu istirahat menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi. Ia juga mengingatkan agar latihan dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Keduanya juga memiliki cara masing-masing dalam mengatur kesibukan. Naisya terbiasa membuat daftar pekerjaan berdasarkan tenggat waktu. Saat harus memilih jurusan sekolah sekaligus mempersiapkan kompetisi, ia berkonsultasi dengan guru BK dan orang tua."Yang pertama coba to-do list dulu, apa-apa saja yang harus diselesaikan. Tugas dilihat deadline-nya, kapan dikumpulkan. Terus juga konsul dengan guru BK dan orang tua," kata Naisya.
Di tengah proses mengejar prestasi, keduanya mengakui bahwa rasa lelah, malas, hingga kegagalan merupakan hal yang wajar. Karena itu, mereka memilih beristirahat ketika lelah, mencari kembali motivasi, bercerita kepada orang terdekat, serta melakukan evaluasi terhadap proses yang sudah dijalani.
Baik Arfa maupun Naisya juga menilai dukungan dari orang tua, guru, teman, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting. Menurut mereka, generasi muda tidak perlu terpaku pada satu bidang saja karena peluang untuk berprestasi terbuka di berbagai bidang sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
"Prestasi masih banyak, nggak cuma ini saja," tutur Arfa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....