HIMAPO Apresiasi Sinergi dalam Penanggulangan Karhutla di Siak

  • 15 Sep 2026 09:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Himpunan Mahasiswa Kecamatan Pusako (HIMAPO) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur Satgas Gabungan yang telah berjuang tanpa kenal lelah dalam menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak. Berkat dedikasi dan kolaborasi lintas sektor, eskalasi titik api di sejumlah wilayah vital kini berhasil dikendalikan dan memasuki tahap pendinginan.

Apresiasi disampaikan oleh Ketua Umum HIMAPO, Syahradi Ramatul, Selasa 15 September 2026.

Dia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pihak perusahaan yang tetap bersiaga di garis depan, khususnya di area-area rawan seperti kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitarnya.

"Kami melihat langsung bagaimana beratnya perjuangan para petugas di lapangan. Mereka harus berhadapan dengan struktur lahan gambut yang dalam, cuaca ekstrem, dan keterbatasan sumber air. Namun, berkat kegigihan mereka yang didukung oleh doa masyarakat dan turunnya hujan, situasi saat ini jauh lebih terkendali," ujar Syahradi Ramatul dalam keterangan tertulisnya.

Selain dedikasi personel di lapangan, Syahradi juga mengapresiasi langkah inovatif Polda Riau dan instansi terkait yang memanfaatkan teknologi modern dalam penanganan Karhutla tahun ini. Penggunaan drone pemetaan serta Drone BVD-M16 Fire Fighter dinilai sangat efektif dalam menjangkau titik api di lokasi-lokasi yang sulit diakses oleh satgas darat.

"Pemanfaatan teknologi drone dan cairan kimia khusus X Fire ini merupakan langkah maju yang sangat kami jamin efektivitasnya. Ini membuktikan bahwa penanganan karhutla di Siak kini semakin adaptif dan terukur," tambahnya.

Di sisi lain, menyikapi ditetapkannya tersangka pembakaran lahan ilegal oleh Polres Siak, HIMAPO mendukung penuh tindakan tegas aparat penegak hukum. Syahradi menegaskan bahwa tindakan tegas tanpa pandang bulu diperlukan agar memberikan efek jera bagi oknum-oknum yang mengorbankan lingkungan demi keuntungan pribadi.

Tidak lupa, Syahradi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kabupaten Siak secara luas, untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar.

"Membakar lahan di atas tanah gambut adalah ancaman nyata bagi masa depan daerah kita. Mari kita jaga alam Siak agar kabut asap tidak lagi merenggut hak sehat anak cucu kita," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....