Proyek Fasda Perubahan 2026 Tanoto Foundation di Dumai Disambut Gembira
- 07 Sep 2026 16:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Proyek Fasilitator Daerah (Fasda) Perubahan 2026 yang diinisiasi Tanoto Foundation di Kota Dumai disambut baik dan gembira oleh semua pihak terutama, guru dan anak didik. Secara khusus Tanoto Foundation, Pengawas Sekolah, Tim Fasda Perubahan serta media massa melakukan peninjauan sekaligus pengawasan, Senin 7 September 2026.
Kunjungan pertama dilakukan terhadap pelaksanaan Gemilang yaitu pemanfaatan potensi wisata lokal dalam penguatan literasi numerasi guru.
Muhammad Azahan Daulay pada kesempatan itu selaku ketua tim Gemilang menjelaskan bahwa siswa diberikan pemahaman untuk memanfaatkan objek wisata sebagai bahan pembelajaran.
"Kami tim Gemilang yang terdiri dari tiga orang, pembelajaran anak didik memanfaatkan wisata lokal yang ada di Dumai untuk meningkatkan numerasi," ungkapnya.
Dikatakan, sasaran proyek mencapai 43 guru dari 43 SMP yang ada di Dumai.
Selanjutnya kunjungan dilakukan ke proyek EduCore Numeracy Team: “KOLAB NUMERASI” (Kolaborasi Guru melalui Lesson Study RME) di SMPN 14 Dumai.
Ketua Tim, Rudi Candra mengatakan sasaran dari proyek sebanyak 45 guru dari 42 SDN.
"Masing-masing sekolah itu ada satu guru, lalu setelah pembelajaran maka guru melakukan diseminasi yang sebelumnya sudah dilakukan perencanaan," ungkapnya.
Kunjungan terakhir dilakukan ke proyek Anre Beraksi: Gerakan Literasi Terbimbing (GLITTER) di SDN 10 Jaya Mukti.
Asma Nelsy selaku ketua tim menjelaskan proyek ini mengajarkan kepada anak untuk membuat produk literasi.
"Produk literasi yang dihasilkan bisa apa saja sesuai dengan keinginan mereka," ucapnya.
Menurutnya, sasaran dari proyek sebanyak 40 guru dari 20 SDN se Dumai.
Dari tiga proyek yang dilaksanakan disambut gembira oleh para guru dan anak didik.
Sebagaimana diakui Akila salah seorang peserta didik.
"Sangat menyenangkan, belajar di luar ruangan dengan memaafkan objek wisata yang ada sebagai bahan pelajaran," jawabnya.
Salah seorang pengawas dari Dinas Pendidikan Dumai, Wasrin juga menyetujui bahwa pembelajaran lebih menarik bagi siswa.
"Selama ini Mapel Matematika menjadi pelajaran yang menakutkan, tetapi dengan metode yang diterapkan menjadi menyenangkan, jadi anak didik antusias dan suka," katanya.
Yusriawati Yose sebagai Peoject Management Unit Tanoto Foundation usai meninjau menyampaikan bahwa Fasda Perubahan sebagai kesempatan untuk mengatasi tantangan literasi dan numerasi di daerah
"Tujuan umum dari proyek ini adalah mendukung peta jalan pendidikan Indonesia melalui peningkatan program pendampingan di tingkat daerah untuk meningkatkan hasil literasi dan numerasi siswa," ujarnya.
Sedangkan tujuan khususnya adalah penguatan kompetensi kepemimpinan Fasda, mendorong solusi inovatif berbasis konteks lokal, dan menguatkan Fasda sebagai agen perubahan daerah dalam mendorong inovasi peningkatan literasi dan numerasi.

Pengawas sekolah di Disdik Dumai, Asniarny juga mengapresiasi program Tanoto Foundation di Dumai.
"Proyek inovasi Fasda ini menyasar guru, kepala sekolah, dan pengawas pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs, di sekolah yang membutuhkan," jawabnya.
Proyek Fasda Perubahan di Riau dilakukan di 3 Kabupaten/Kota (Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....