Hendry Munief Dorong Hilirisasi Kopi, Nilai Tambah Harus Diperbesar

  • 06 Sep 2026 12:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Anggota DPR RI Hendry Munief MBA mendorong penguatan industri pengolahan kopi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen biji kopi, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Hal itu disampaikannya dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Santos Jaya Abadi di Semarang pada Jumat-Sabtu 4-5 September 2026.

Hendry Munief menyebut Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia dengan produksi sekitar 834 ribu ton pada 2025, sementara 98,6 persen perkebunan kopi merupakan perkebunan rakyat.

Potensi tersebut katanya harus diikuti penguatan industri hilir karena kapasitas terpasang industri pengolahan kopi mencapai 1,81 juta ton, tetapi tingkat utilisasinya baru 51 persen dengan kapasitas produksi sekitar 928 ribu ton.

Dia menekankan peningkatan utilisasi perlu dibarengi penguatan pasokan bahan baku, kualitas pascapanen, teknologi, SDM dan kemitraan dengan petani.

"Kita melihat peluang ekspor produk olahan masih terbuka lebar karena ekspor kopi olahan Indonesia pada tahun 2025 mencapai 182.441 ton senilai USD692,1 juta dan telah menjangkau lebih dari 80 negara. Untuk itu kita mengharapkan sektor industri memperbesar porsi produk bernilai tambah" kata Hendry Munief saat itu.

Hendry Munief menegaskan hilirisasi harus diukur dari nilai ekonomi yang benar-benar tercipta, bukan sekadar dari bertambahnya aktivitas produksi. Dia menggunakan pendekatan pengawasan berbasis data dengan melihat kapasitas aktual, utilisasi, nilai ekspor, biaya produksi, biaya logistik, konsumsi energi dan produktivitas tenaga kerja, sebagaimana kerangka pengawasan hilirisasi yang disiapkan Komisi VII.

“Keberhasilan hilirisasi tidak diukur dari asap yang keluar dari cerobong pabrik, melainkan dari margin daya saing, ekspor, lonjakan nilai dan keadilan harga domestik yang terekam dalam angka.” tegas ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Hendry Munief menilai prinsip tersebut relevan diterapkan pada industri kopi agar peningkatan produksi benar-benar berujung pada peningkatan daya saing, ekspor, investasi, lapangan kerja dan kesejahteraan petani.

"Dengan agenda hilirisasi kopi ini tercapai, kita harapkan agar petani sejahtera sektor industri makin kuat dan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan" terang Hendry Munief lagi.

Liberika Meranti, Potensi Kopi Unggulan Riau

Hendry Munief juga menyoroti potensi kopi Liberika dari Kepulauan Meranti yang dinilainya sebagai kopi terbaik dari Riau. Kekhasan Liberika Meranti perlu mendapat perhatian dalam pengembangan industri kopi nasional, terutama melalui penguatan kualitas, branding dan hilirisasi agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Hendry Munief mendorong agar kopi Liberika Meranti tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah dan diperluas pasarnya.

"Kopi Liberika ini sudah ternama, pasarnya luas di asia Tenggara seperti ke Malaysia dan Singapura yang berbatasan dengan Kepulauan Meranti. Pengembangan kopi ini hingga ke sektor hilirisasi turut membantu Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penghasil kopi. Dan tentunya masyarakat akan terbantu." tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....