PKK Diberdayakan Melalui Inovasi Pengolahan Limbah Nanas Jadi Produk Eco Green

  • 15 Agt 2026 08:37 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Tim dosen Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan mengusung tema “PKM kelompok PKK Desa Rimbo Panjang melalui inovasi pengolahan limbah kulit buah dan daun nanas menjadi produk Eco Green”. Tim dosen terdiri dari ketua Dr. Dona Martilova, SST., M.Kes, anggota satu, Veni Dayu Putri, M.Si, anggota dua Ns. Sri Yanti M.Kep., Sp.KMB serta melibatkan mahasiswa lintas program studi Institut Kesehatan (IKes) Payung Negeri Pekanbaru yang terdiri dari Vanesha Aulia Tasya, Fhasya Raskhy Adenia, Rio Wahyudi, Supriyanto, Charles Johansen Kurniawan, dan Zalfa Jahiyah.

Dona Martilova selaku diketuai mengakui bahwa tim PKM melaksanakan serangkaian kegiatan dari bulan Juni hingga Agustus tahun 2026.

"Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026," katanya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Menurut Dona Martilova, program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian ekonomi Masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

"Sasaran kegiatan adalah kelompok PKK Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal," ujarnya.

Dijelaskan dipilihnya Desa Rimbo Panjang sebagai lokasi karena merupakan salah satu sentra penghasil Nanas di Kabupaten Kampar, sehingga potensinya sangat banyak termasuk melimpahnya limbah kulit buah dan daun Nanas.

"Selama ini limbahnya itu belum dikelola secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, kelompok PKK memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan, keterampilan, teknologi tepat guna, serta kemampuan manajemen usaha untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomi," lanjutnya.

Melihat potensi yang ada kata Veni Dayu Putri selaku anggota, maka pihaknya melaksanakan serangkaian kegiatan berupa edukasi mengenai pengolahan limbah organic dan konsep eco green, pelatihan pengolahan daun Nanas menjadi pembuatan pupuk organik, kertas serat ramah lingkungan, pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair dan padat berbahan kulit Nanas.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠"Lalu kami berikan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna, serta peserta itu dibekali pelatihan manajemen usaha yang meliputi pencatatan keuangan sederhana, penentuan harga jual, pengemasan dan strategi pemasaran produk," katanya.

Menurut Veni Dayu Putri, melalui kegiatan ini diharapkan anggota kelompok PKK mampu mengolah limbah organic menjadi produk inovatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mengurangi timbulan sampah organic di lingkungan desa. Anggota tim dosen lainnya Sri Yanti menambhkan bahwa program ini juga menargetkan peningkatan kapasitas anggota PKK dalam aspek pengetahuan, keterampilan, serta manajemen usaha agar mampu mengembangkan usaha ekonomi kreatif berbasis potensi local secara mandiri dan berkelanjutan.

"Program ini sejalan dengan Sustainable Devolopment Goals atau SDGs terutama tujuan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi," ungkap Sri Yanti.

Selain itu, kegiatan ini mendukung Asta Cita dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), peberdayaan perempuan, serta pengembangan teknologi tepat guna berbasis masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

"Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan lelompok PKK Desa Rimbo Panjang, diharapkan lahir masyarakat yang lebih mandiri, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Program ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal," harap Dona Martilova.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....