APBN Regional Riau Surplus Rp1,23 Triliun

  • 31 Jul 2026 12:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Riau hingga akhir Juni 2026 menunjukkan hasil positif. Pendapatan negara telah mencapai Rp15,25 triliun atau 52,11 persen dari target APBN dan tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut turut mendorong APBN Regional Riau mencatatkan surplus.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau, Adnan Wimbyarto, saat merilis Realisasi Fiskal Regional Riau periode hingga 30 Juni 2026, Kamis 30 Juli 2026.

"Realisasi pendapatan negara sampai dengan Juni 2026 mencapai Rp15,25 triliun atau 52,11 persen dari target APBN. Capaian tersebut tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Adnan.

Ia menjelaskan, pendapatan negara tersebut berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp8,63 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai Rp5,96 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp662,15 miliar. Ketiga komponen tersebut sama-sama mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Adnan, penerimaan pajak menjadi salah satu penopang utama pendapatan negara. Hingga Juni 2026, penerimaan pajak tumbuh 33,88 persen menjadi Rp8,63 triliun.

"Kinerja penerimaan pajak didorong oleh pertumbuhan kelompok Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 356,42 persen atau naik Rp884,85 miliar. Pertumbuhan terbesar berasal dari PPh Pasal 25/29 Badan sektor industri pengolahan yang meningkat 630,37 persen serta sektor pertanian yang tumbuh 511,09 persen," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa struktur penerimaan pajak di Riau masih sangat bergantung pada industri kelapa sawit sehingga rentan terhadap dinamika global.

"Secara umum, penerimaan pajak di Riau masih ditopang sektor sawit sehingga sangat terpengaruh oleh kondisi global dan kebijakan ekspor dari pemerintah. Pajak juga ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan besar, dan pertanian," jelasnya.

Di sisi lain, penerimaan kepabeanan dan cukai hampir mencapai target tahunan dengan realisasi Rp5,96 triliun atau 99,13 persen dari target. Bea masuk tumbuh 34,10 persen seiring meningkatnya impor barang modal, termasuk importasi pesawat udara.

"Sementara itu, bea keluar tumbuh 28,66 persen sejalan dengan perkembangan ekspor produk turunan kelapa sawit," kata Adnan.

Ia menambahkan, Harga Patokan Ekspor (HPE) crude palm oil (CPO) pada Juni 2026 berada di kolom delapan dengan nilai 1.029,51 dolar AS per metrik ton. Memasuki Juli 2026, HPE CPO masih berada di kolom yang sama meski turun 2,78 persen menjadi 1.000,90 dolar AS per metrik ton.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Mei 2026 mencapai Rp579,19 miliar atau tumbuh 14,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya PNBP lainnya serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU)," ujarnya.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp14,01 triliun atau 52,43 persen dari pagu, meski secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen.

Adnan menjelaskan, belanja pemerintah pusat justru menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 42,40 persen menjadi Rp4,63 triliun. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya belanja pegawai sebesar 38,44 persen, belanja barang 16,02 persen, dan belanja modal yang melonjak hingga 421,43 persen.

"Kondisi ini menunjukkan semakin meningkatnya pelaksanaan program dan kegiatan kementerian/lembaga di wilayah Provinsi Riau," katanya.

Adapun penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp9,39 triliun atau 52,83 persen dari pagu. Namun secara tahunan, realisasi TKD mengalami kontraksi 15,51 persen akibat lebih rendahnya penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Desa dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meskipun demikian, penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetap menunjukkan pertumbuhan positif," ujar Adnan.

Dengan pendapatan negara sebesar Rp15,25 triliun dan belanja negara Rp14,01 triliun, APBN Regional Riau hingga Juni 2026 masih membukukan surplus.

"Dengan realisasi pendapatan negara sebesar Rp15,25 triliun dan realisasi belanja negara sebesar Rp14,01 triliun, APBN Regional Riau sampai dengan Juni 2026 masih mencatatkan surplus sebesar Rp1,23 triliun," tutup Adnan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....