Dilahan Rawa Bergambut, Pesantren Al-Hidayah BAZNAS Riau I Mengabdi di Ujung Negeri
- 26 Jul 2026 13:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru- Tim Pendis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan harus menempuh darat dan laut untuk tiba di Pulau Penyalai, Desa Sungai Perak, Kecamatan Kuala Kampar, Kamis 23 Juli 2026. Rencana kunjungan ini sudah diagendakan sejak awal tahun. Namun berbagai hambatan membuat rombongan baru bisa sampai pekan lalu.
Setibanya di daratan, perjalanan belum selesai. Untuk masuk ke kompleks pesantren, tim harus naik sepeda motor lalu melanjutkan dengan berjalan kaki.
Halamannya berbeda dengan pesantren pada umumnya. Tanah di sini lembab dan berair karena berdiri di atas lahan rawa bergambut. Rumput tumbuh basah. Salah melangkah, kaki bisa terperosok ke dalam lumpur.
Lokasi pesantren juga jauh dari pemukiman warga. Para santri justru sudah terbiasa melintasi genangan air di antara rerumputan untuk beraktivitas sehari-hari.
Pesantren seluas 16.487,32 meter persegi ini dikelola Yayasan Al-Hidayah Pulau Mendol. Lembaga ini beralamat di RT 024 RW 008 Desa Sungai Perak. Statusnya sebagai lembaga pendidikan agama Islam resmi berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 22346 Tahun 2022 tentang pembaruan piagam statistik. Yayasan sendiri disahkan Kemenkumham RI melalui SK Nomor AHU-AH.01.06-0032618 tanggal 20 April 2022.
Di gerbang pesantren, tim disambut pimpinan pondok Ustadz Ilham bersama dewan guru dan staf tata usaha. Kehadiran H. Zuleka selaku Bendahara Yayasan Al-Hidayah Pulau Mendol turut mendampingi.
Hal yang mengejutkan, pengelola pesantren ini didominasi anak-anak muda. Bukan wajah sepuh seperti yang dibayangkan. Mereka adalah para sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang memilih mengabdikan diri di daerah terpencil. Sebagian adalah putra asli Pulau Penyalai yang kembali ke kampung halaman setelah lulus kuliah. Sebagian lagi datang dari luar Provinsi Riau.
Saat ini 130 santriwan dan santriwati tengah menimba ilmu di bawah bimbingan 20 ustadz dan ustadzah. Program unggulannya Tahfiz Al-Quran, kajian Hadist, Fiqih, serta dakwah langsung ke masyarakat melalui kegiatan mimbar Jumat keliling.
"Alhamdulillah, kami latih para santri sejak dini untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga sekitar. Dengan begitu masyarakat juga merasakan dampak positif dari kehadiran pondok," jelas Ustadz Ilham yang merupakan putra Aceh.
Menurut Yai Leka, tujuan utama yayasan mendirikan pesantren ini adalah meningkatkan kualitas SDM putra-putri Pulau Penyalai. Sasarannya anak-anak dari keluarga kurang mampu dan keluarga mualaf. Mereka dibekali ilmu agama, dididik taat beribadah, sekaligus ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam dialog bersama majelis guru, Kasi Pendis Kemenag Pelalawan Abdul Wahid menyampaikan apresiasi. Ia didampingi Coy, Dika, dan Akir dari Tim Pendis BERGERAK.
"Pengorbanan bapak ibu pengurus, pimpinan, dan para ustadz ustadzah tidak bisa diukur dengan materi. Ini adalah amanah besar dalam mencerdaskan anak bangsa dan menguatkan tauhid," kata Abdul Wahid.
Ia juga memotivasi para pendidik untuk memanfaatkan teknologi informasi. Meski berada di pelosok, akses media digital saat ini memungkinkan siapa saja terus menambah ilmu dan keterampilan.
Kunjungan ditutup dengan sholat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama di ruang makan pondok. Suasana sederhana namun penuh kehangatan itu menjadi pengingat bahwa pendidikan agama masih tumbuh subur, bahkan di titik paling ujung negeri.
Pesantren Al-Hidayah BAZNAS Riau I menjadi bukti, pengabdian sunyi di tengah rawa bergambut mampu melahirkan generasi yang hafal Quran, paham agama, dan dekat dengan masyarakat.ana makan bersama dipondok, semoga kelak ada waktu datang kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....