Petugas Kloter Matangkan Persiapan ARMUZNA Bersama Karu dan Karom
- 19 Mei 2026 10:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA), Petugas Kloter BTH 12 menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) guna memastikan kesiapan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
Rapat dipimpin Ketua Kloter BTH 12 Ahmad Hilal didampingi Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Koordinasi tersebut membahas berbagai aspek pelayanan, mulai dari penempatan tenda, layanan ibadah, pendataan jemaah risiko tinggi, hingga mekanisme murur dan badal melontar.
Dalam rapat disampaikan bahwa jemaah Kloter BTH 12 akan menempati dua tenda di Arafah dan empat tenda di Mina. Seluruh Karu dan Karom diminta aktif melakukan pendampingan serta memastikan kondisi jemaah tetap terpantau selama pelaksanaan ARMUZNA.
Selain kesiapan teknis, petugas juga menyusun pembagian tugas pelayanan ibadah di Arafah. Berdasarkan data layanan khusus, tercatat sebanyak 83 jemaah akan mengikuti skema badal melontar, sementara 74 orang disiapkan sebagai pelaksana badal melontar. Selain itu, terdapat 103 jemaah yang masuk dalam skema murur guna memudahkan mobilitas jemaah lanjut usia dan risiko tinggi.
Ketua Kloter BTH 12 Ahmad Hilal menegaskan bahwa koordinasi antara petugas, Karu, dan Karom menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan ARMUZNA.
“ARMUZNA merupakan fase paling penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu seluruh petugas, Karu, dan Karom harus memperkuat koordinasi serta memastikan setiap jemaah mendapatkan
pendampingan dan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan ARMUZNA.
“Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kebersamaan dan kekompakan selama ARMUZNA agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan
lancar dan khusyuk,” tambahnya.
Sementara itu, TPIHI BTH 12 H. Hasmir, S.Ag., MA menyampaikan bahwa pelayanan kepada jemaah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Petugas hadir untuk melayani. Semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus dijaga demi kenyamanan dan keselamatan jemaah selama ARMUZNA,” tuturnya.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi seluruh unsur kloter, diharapkan pelaksanaan ARMUZNA bagi jemaah Kloter BTH 12 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Berikut petugas pelayanan ibadah di dua tenda Arafah Kloter BTH 12:
Khatib
• H. Hasmir, S.Ag., MA
• Harman, S.Ag., MH
Imam
• Ahmad Hilal, S.Pd.I
• Nurdin Hamzah
Muazzin
• Abdullah Lubis
• Imam Mustafa
Pemandu Zikir dan Doa
• Syafrizal
• Syafri
• Mulyadi, SH
• Sairozi
• Syaifudin Amri
• Mahmudi
• Syamsul

Sementara itu, suasana keakraban mewarnai jalannya musyawarah pembagian kemah/tenda Arafah bagi jemaah asal Embarkasi Batam yang tergabung di Hotel 201 Talal al Ghadir dan Hotel 202 Safa al Murjan (Sektor 2 Syisyah), di bawah naungan Syarikah 90. Dalam pertemuan yang berlangsung cair dan penuh rasa persaudaraan ini, hadir para Ketua Kloter yang memimpin langsung jalannya koordinasi. Mereka di antaranya adalah H. Asril Arif (Kloter 1), H. Muhammad Mahbub (Kloter 6), H. Dupni (Kloter 7), H. Muhtar Asfari (Kloter 8), Agus Saputera (Kloter 9), dan Yopita Tania Dari (Kloter 10). Turut mendampingi para Pembimbing Ibadah, yakni H. Suryandi, H. Arifin, H. Robby, H. Kamil beserta jajaran petugas lainnya.
Kenyamanan Tenda Penentu Kekhusyukan Wukuf*
Penempatan tenda menjadi salah satu fokus utama petugas karena berdampak langsung pada kondisi ibadah jemaah. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Kloter 8, H. Muhtar Asfari, di sela-sela musyawarah.
"Pembagian kemah atau tenda yang tepat sangat menentukan kekhusyukan jamaah selama menjalani wukuf," tegas H. Muhtar Asfari.
Dari hasil musyawarah, disepakati bahwa jemaah dari 6 kloter tersebut akan ditempatkan secara terpisah ke dalam 14 tenda yang berada di dalam satu cluster khusus
Distribusi Konsumsi Diubah!
Satu informasi penting bagi jemaah, sistem pembagian makanan di Arafah nanti akan diatur berdasarkan per tenda, bukan lagi dikoordinir per kloter. Hal ini dilakukan guna mempercepat dan meratakan alur distribusi konsumsi di tengah padatnya area Arafah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....