Guru di Riau Masih Menghadapi Berbagai Tantangan
- 01 Mei 2026 17:03 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Guru di Provinsi Riau pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah relokasi yang selama ini disuarakan belum juga dipenuhi pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua ASN PPPK Provinsi Riau, Eko Wibowo, Jumat 1 Mei 2026 sehubungan dengan Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.
Eko Wibowo yang juga tokoh muda pendidikan Riau dalam rangka Memperingati Hardiknas mengatakan pihaknya berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan hal itu.
"Kami berharap Kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupata kota di Riau. Kami memohon kepada Bapak gubernur untuk memperhatikan sumber daya manusia yang hari ini perlu perhatian lebih," jelasnya.
Dikatakan, saat ini dua tantangan yang dihadapi salah satunya terutama dengan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
"Kalau guru P3K TPP-nya Rp 500 ribu, kalau TPP-nya PNS itu sudah Rp 1.500.000. Di momen hari pendidikan nasional ini, kami sebagai guru yang kami sama-sama mengajar juga mendidik agar TPP yang diteirma bisa disetarakan," jelasnya.
Kemudian yang kedua adalah soal relokasi guru. Pihaknya selama ini telah berjuang agar hal itu diwujdukan, tetapi belum dipenuhi Pemerintah Provinsi Riau.
"Kami guru se Riau mohon Untuk segera direlokasi, kami telah berjuang selama dua tahun ini, tetapi belum ada realisasinya sampai saat ini. Kami sangat heran ketika Kabupaten Kota, sudah ada pemberkasan dan contohnya Kabupaten Rokan Hulu yang sangat saya apresiasi ya Bupati Kabupaten Rokan Hulu, sudah memulai, jadi guru-guru bisa semangat dan nyaman di dalam pendidikan, tujuannya agar pendidikan kita berkualitas dan bermutu," tegasnya.
Diakui Eko Wibowo, pentingnya relokasi dapat dilihat dari aspirasi yang disampaikan para guru-guru.
"Kita melihat curhatan dari teman-teman, terutama yang paling risikan itu masalah jam mengajar. Kedua, berpisahnya antara suami dan istri, dan juga keluarga, kadang orang tua ada yang sakit, ketika guru ini pindah dari asal, dia mengabdi, maka ketika orang tua sakit, siapa yang mau merawat orang tuanya?," ucapnya.
Maka pihaknya meminta agar keberadaan guru menjadi lebih efektif dan efisien maka guru dikembalikan ke daerah sesuai dengan KTP domisii.
"Itulah kenapa saya dan teman-teman memperjuangkan relokasi ini SMA-SMK se Riau Karena kami sudah hampir 2 tahun, jdi kami minta kepada Kadisdik Riau Untuk mensegerakan membuat surat resmi pemberkasan bagi guru relokasi," pintanya.
Sementara itu, sebagaimana dikutip dari media sosial Dinas Pendidikan Riau, pendidikan_riau bahwa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau menanggapi serius terhadap permasalahan Relokasi PPPK guru SMA dan SMK di Provinsi Riau.
"Semoga setelah kunjungan ke PANRB ini selesai, ada titik terang untuk kita semua terkait surat permohonan relokasi PPPK di Provinsi Riau," dalam https://www.instagram.com/reel/DLABe9kvWPL/?utm_source=ig_web_copy_link.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....