Penerbangan GA-176 Mendarat dengan Normal dan Aman di Pekanbaru

  • 08 Mar 2026 10:50 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Jakarta — Garuda Indonesia memastikan bahwa penerbangan GA-176 rute Jakarta–Pekanbaru yang beroperasi pada Sabtu 7 Maret 2026 telah mendarat dengan aman dan normal di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah sebelumnya terindikasi adanya Foreign Object Debris (FOD) atau benda asing di sekitar pesawat saat proses menjelang pendaratan. Saat ini, pemeriksaan lebih lanjut tengah dilakukan guna mengidentifikasi indikasi keberadaan benda asing tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah melalui Pekanbaru Branch Manager, Daniel Valentino dalam siaran pers, Minggu 8 Maret 2026.

Dikatakan, penerbangan GA-176 yang dioperasikan menggunakan pesawat PK-GFF sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 15.35 WIB dan tiba dengan normal di Pekanbaru pada pukul 17.14 WIB.

Indikasi adanya objek asing tersebut diketahui setelah kru pesawat mendengar suara tidak biasa saat proses persiapan pendaratan. Menyikapi hal tersebut, Pilot in Command (PIC) segera menjalankan prosedur mitigasi keselamatan sesuai standar operasional guna memastikan proses pendaratan berlangsung aman dan terkendali.

Seluruh 116 penumpang, bersama 2 cockpit crew dan 5 cabin crew, dipastikan mendarat dengan selamat, dan proses kedatangan berlangsung dengan lancar dan normal.

Setibanya di bandara tujuan, pesawat langsung menjalani pemeriksaan teknis dan proses investigasi oleh tim terkait. Tindak lanjut berupa inspeksi menyeluruh serta perawatan armada akan dilakukan sebelum pesawat dinyatakan laik operasi kembali sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.

Saat ini Garuda Indonesia juga terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas penerbangan terkait guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan regulasi keselamatan penerbangan.

"Sebagai maskapai flag carrier nasional, Garuda Indonesia senantiasa menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional sebagai prioritas utama dalam setiap penerbangan, serta terus memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional," ungkapnya.

Sebelumnya, General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2026 menjelaskan adanya kendala teknis berupa kerusakan pada hidung pesawat (Radome) yang dialami oleh pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 176 registrasi pesawat PK-GFF rute Jakarta-Pekanbaru pada Sabtu 7 Maret 2026 selepas mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II pukul 17.15 WIB.

"Dapat kami sampaikan bahwa pesawat tersebut yang sedianya akan terbang kembali dengan nomor penerbangan GA 179 rute Pekanbaru-Jakarta pukul 17.40 WIB tidak dapat dioperasikan (grounded) karena dilakukan perbaikan serta pengecekan secara menyeluruh mengingat aspek keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat adalah yang utama.

"Tim operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II berkoordinasi dengan pihak maskapai Garuda Indonesia guna memastikan penanganan terhadap penumpang GA 179 yang mengalami penundaan keberangkatan akibat kendala teknis tersebut," katanya.

Adapun seluruh penumpang GA 179 dialihkan keberangkatannya dengan menggunakan maskapai citilink nomer penerbangan QG 33 rute Pekanbaru- Halim Perdanakusuma Jakarta dan telah lepas landas pada pukul 19.12 WIB.

"Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Syarif Kasim II senantiasa bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara guna memberikan pelayanan sepenuh hati bagi seluruh pengguna jasa bandara dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....