Kiat Istiqamah Dalam Beramal Dengan Penuh Semangat
- 17 Jun 2025 09:50 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Umat muslim diharapkan dapat istiqamah dalam beramal, baik itu dilihat dari sisi akidah maupun dari sisi ibadah. Kedua hal ini seperti dua sisi mata uang, yang keduanya saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. Hal ini disampaikan ustadz Dr. H. Zailani Khatib, M.A, dalam kajian shubuh Mutiara Pagi Selasa (17/6/2025) yang disiarkan langsung RRI Pro-1 Pekanbaru.
Dalam kajiannya ustadz Zailani Khatib menuturkan bahwa istiqamah dalam beribadah harus berdasarkan iman, begitu pula sebaliknya, iman juga harus direalisasikan dengan ibadah. "Iman tanpa ibadah tidak akan ada gunanya, begitu pula ibadah tanpa iman juga tidak berarti apa-apa. Iman dan amal adalah hal yang tidak bisa dipisahkan," ujar beliau.
Ustadz Zailani mengangkat Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal No 6764 yang berbunyi :
قال رسول الله ﷺ: "إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي، فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ كَانَتْ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ، فَقَدْ هَلَكَ".
Yang artinya :
"Sesungguhnya setiap amal itu ada masa-masa rajinnya (semangat), dan setiap masa semangat itu ada juga masa malas-malasnya. Maka barang siapa yang pada masa malas-malasnya masih tetap dalam sunnahku, sungguh dia telah beruntung. Dan siapa yang pada masa malasnya tidak dalam sunnahku, maka sungguh dia akan binasa." (HR. Imam Ahmad bin Hanbal)
Menurut ustadz Zailani yang menukil perkataan Imam Ghazali, dimana iman juga ada masa naik dan turunnya. "Ketika iman kita naik, semangat kita dalam beribadah sangat tinggi. Tapi bila iman kita turun, maka semangat beribadahnya juga ikut turun," lanjut Sekretaris Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau ini.
Bagaimana agar kita konsisten dalam beramal, baik yang wajib maupun yang sunnah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal, Rasulullah SAW bersabda :
اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ
Yang artinya :
"Istiqamahlah kalian dalam beribadah, karena sesungguhnya kalian tidak akan mampu menghitung seluruh amalan secara sempurna. Dan ketahuilah, amalan terbaik kalian adalah shalat lima waktu." (HR. Imam Ahmad bin Hanbal)
"Ada satu amal, yang kalau amalan itu kita laksanakan hendaknya kita lazimkan atau kontiniu yang sangat dicintai oleh Allah SWT," jelas ustadz Zailani.
Diambil dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, yang bunyinya :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: سُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: "أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Yang artinya :
"Rasulullah SAW ditanya, Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah? Beliau menjawab, yang paling rutin (kontinu), meskipun sedikit.” (HR. Bukhari - Muslim)
Ada banyak fadhilah dari istiqamah dalam beramal diantaranya ada banyak pahala yang disiapkan oleh Allah SWT, menambah keikhlasan dalam beribadah, dan semakin khusyuk dalam beribadah terutama shalat lima waktu. "Ketika kita tahu imbalan yang disiapkan oleh Allah SWT, semoga kiranya kita semakin ikhlas dan khusyuk ketika menjalankannya, namun tentu dengan berilmu dan mengetahui tentang ibadah yang kita laksanakan tersebut," ujar ustadz Zailani.
Dalam akhir kajiannya beliau berpesan agar umat muslim harus meningkatkan semangat dalam beramal dan beribadah. "Yang paling penting adalah sabar dalam beribadah, rutin dan kontiniu melakukannya, semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang besar." tutup ustadz Zailani Khatib.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....