Ubi Cilembu, Warisan Rasa dari Tatar Sunda
- 14 Jun 2025 15:42 WIB
- Pekanbaru
KBRN Pekanbaru: Dari tanah subur Tatar Sunda, tepatnya Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, tumbuh satu komoditas lokal yang kini namanya tak hanya dikenal di Nusantara, tetapi juga mulai menembus pasar mancanegara. Dialah Ubi Cilembu, si manis legit yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Dalam org.wikipedia.id disebutkan bahwa ubi Cilembu ini bukanlah ubi biasa. Keistimewaannya terletak pada rasa manis alami yang keluar saat dipanggang. Teksturnya lembut, aromanya khas, dan cairan kental mirip madu yang merembes keluar membuatnya dikenal sebagai “Ubi Madu”. Karakter inilah yang menjadikan Ubi Cilembu berbeda dari jenis ubi lainnya.
Ubi ini tidak cocok untuk digoreng, karena kandungan gulanya yang tinggi membuat ubi ini sangat mudah “gosong”, dan juga tidak cocok untuk direbus, karena aroma dari “madu”-nya akan berkurang, bahkan hilang. Ubi ini juga lebih lembek dari ubi jenis lainnya apabila matang. Pada umumnya produk ubi cilembu diperdagangkan dalam bentuk ubi bakar selain diolah dalam bentuk kripik, tape, dodol, keremes, selai, saus, tepung, aneka kue, mie, dan sirop.
Ubi cilembu memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena rasa yang khas, manis seperti madu dan legit, struktur dagingnya kenyal, dan menarik sehingga sangat digemari oleh pelaku usaha tani dan konsumen.
Ubi cilembu memiliki kandungan vitamin A 7.100 IU (international unit). Suatu jumlah yang cukup tinggi untuk perbaikan gizi bagi mereka yang kekurangan vitamin A. Padahal, umbi-umbian jenis lain, kandungan vitamin A-nya hanya berada pada angka 0,001–0,69 mg per 100 gram.
Selain vitamin A yang tinggi, juga mengandung kalsium hingga 46 mg per 100 gram, vitamin B-1 0,08 mg, vitamin B-2 0,05 mg dan niacin 0,9 mg, serta vitamin C 20 mg.
Di Situs halodoc.com ada sebuah studi yang dipublikasikan oleh Biotica Research Today pada 2022, telah mengeksplorasi peran ubi cilembu, atau ubi madu, sebagai sumber makanan pokok yang kaya nutrisi dan bermanfaat untuk kesehatan.
Penelitian ini menggunakan subjek ubi manis, dengan fokus pada ubi berwarna oranye dan ungu yang dikenal karena kandungan gizi dan senyawa bioaktifnya.
Ubi madu terbukti kaya akan karotenoid dan nutrisi penting lainnya, menjadikannya sumber karbohidrat sehat yang rendah kalori dan bebas lemak. Ini berarti ubi madu dapat menjaga energi tubuh tanpa meningkatkan berat badan secara signifikan. Selain itu, Vitamin A dalam ubi juga membantu meningkatkan kesehatan mata, sistem imun, dan pertumbuhan sel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....