Doa dalam Islam Lebih dari Sekedar Permohonan

  • 07 Jan 2025 12:53 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Doa dalam Islam memiliki makna yang sangat dalam. Kata doa berasal dari bahasa Arab, yang berarti "Du’a," dan ditemukan dalam Al-Qur'an dengan berbagai arti. Salah satunya adalah al-ibadah, yang mengacu pada ibadah seorang hamba kepada Allah.

“Selain itu, doa juga dapat dimaknai sebagai al-istiala atau al-istighasa, yaitu memohon pertolongan dari Allah. Doa bukan sekadar permohonan, melainkan sebuah bentuk komunikasi yang mendalam antara seorang hamba dan Sang Pencipta,” jelas Irfan Zulfikar dalam Program Mutiara Pagi di Programa 1 RRI Pekanbaru, Selasa (7/1/2025).

Rasulullah SAW menyebut doa sebagai inti dari ibadah. Dalam hadisnya, beliau mengatakan bahwa doa adalah silahul muslimin, senjata bagi orang beriman.

“Doa ini bukan hanya untuk meminta sesuatu, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengekspresikan ketundukan dan pengharapan. Dengan doa, seorang hamba mengungkapkan ketergantungan kepada Allah SWT, yang menjadi sumber segala pertolongan,” sambung Irfan Zulfikar, M.Ag.

Dalam ajaran Islam, doa bukan hanya dimaknai sebagai permohonan akan sesuatu, melainkan sebuah ibadah yang penuh ketulusan. Doa menjadi sarana komunikasi antara hamba dan Tuhan, baik secara lisan maupun dalam hati.

Setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya, meskipun tidak selalu dikabulkan segera, diyakini akan selalu didengar oleh Allah. Hal ini menunjukkan bahwa doa memiliki kekuatan tersendiri dalam kehidupan seorang Muslim.

Meskipun doa tidak selalu dikabulkan langsung, umat Islam diajarkan untuk tetap sabar dan berprasangka baik kepada Allah, karena Dia mengetahui waktu yang terbaik untuk mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....