Husnudzon dan Su’udzon: Kunci Ketenangan Dalam Islam
- 18 Okt 2024 14:18 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Husnudzon, memiliki arti berbaik sangka kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Sifat ini berlawanan dengan su’udzon, yaitu berburuk sangka. Keduanya adalah "pakaian" yang kita kenakan dalam hidup dan pilihan kita untuk mengenakan husnudzon yang dapat membawa kedamaian dalam jiwa atau su’udzon.
"Dalam hidup ini, tidak bisa apa kata kita. Kita hanya bertugas untuk berusaha, berikhtiar dan berdoa apapun hasilnya itu adalah suratan dari allah. Sebagaimana rukun iman yang terakhir, mempercayai takdir baik dan buruk. Dan jangan menjadi orang yang kufur,karena itu hanya akan menjauhkan kita dari ketenangan," Jelas Drs. Salahuddin Al-Ayubi ketika menjadi narasumber Program Keluarga Sakinah di Programa 1 RRI Pekanbaru.
Lebih lanjut, untuk menghindarkan dari sifat su’udzon, kita diperintahkan untuk tidak membandingkan hidup kita dengan orang lain. Membandingkan diri dengan orang yang tampak lebih beruntung hanya akan menumbuhkan su’udzon dan ketidakpuasan.
“Setiap ciptaan Allah, bahkan yang tampaknya kecil seperti nyamuk, memiliki perannya masing-masing. Hiduplah dengan keyakinan bahwa kita adalah ciptaan yang berharga," tambahnya.
Dalam konteks rumah tangga, Drs. Salahuddin menegaskan pentingnya keterbukaan dan musyawarah. Tanpa adanya musyawarah, kecurigaan atau su’udzon dapat muncul dan merusak hubungan keluarga.
"Jauhilah kebanyakan berprasangka, karena kecurigaan itu adalah perbuatan dosa," tutup Drs. Salahuddin Al-Ayubi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....