Ketua Pansus: Plt Gubernur Tidak Ada Sebut PAD Riau Menurun akibat MBG
- 23 Jun 2026 15:34 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Riau, Abdullah, menegaskan tidak pernah ada pernyataan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Abdullah, informasi yang beredar di masyarakat telah keliru menafsirkan pernyataan Plt Gubernur Riau. Dalam rapat paripurna DPRD Riau, yang dibahas adalah penurunan retribusi kantin sekolah, bukan penurunan PAD secara keseluruhan.
“Saya hadir langsung dalam paripurna tersebut, bahkan saya yang mengajukan pertanyaan. Jadi memang tidak ada pernyataan bahwa PAD menurun karena MBG. Yang disampaikan adalah retribusi kantin yang turun, dan nilainya juga tidak signifikan,” kata Abdullah, Selasa 23 Juni 2026.
Abdullah mengaku perlu meluruskan informasi tersebut agar tidak berkembang menjadi opini yang menyesatkan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Abdullah justru menilai Program MBG memberikan dampak positif bagi daerah. Selain adanya penurunan retribusi kantin sekitar Rp77 juta, program tersebut dinilai mampu menghasilkan efisiensi belanja APBD hingga puluhan miliar rupiah serta berkontribusi terhadap peningkatan PAD.
“Ini bukti bahwa MBG berdampak positif. Retribusi kantin memang turun, tetapi penghematan belanja APBD mencapai puluhan miliar dan potensi peningkatan PAD mencapai Rp340 miliar. Karena itu DPRD mendukung penuh langkah Pemprov Riau dalam mengoptimalkan PAD,” ujarnya.
Abdullah menjelaskan, efisiensi anggaran terjadi karena berkurangnya beban belanja makan siang di sekolah-sekolah berasrama milik Pemerintah Provinsi Riau. Nilai penghematan tersebut, menurutnya, jauh lebih besar dibandingkan penurunan retribusi yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial.
“Sepengetahuan saya, Plt Gubernur tidak pernah menyampaikan bahwa PAD turun akibat MBG. Ini poin penting yang kami tangkap di DPRD. Kami berharap persoalan ini menjadi jelas dan tidak berkembang menjadi fitnah,” tegas politisi PKS tersebut.
Lebih lanjut, Abdullah menyebut peningkatan PAD sebesar Rp340 miliar secara year on year berasal dari berbagai sektor. Salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi yang muncul dari pelaksanaan Program MBG di Provinsi Riau.
Program tersebut, lanjutnya, turut membuka peluang kerja bagi sekitar 31.371 orang. Selain itu, penerimaan dari sektor pajak bahan bakar dan sumber pendapatan lainnya juga menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun ini.
“Peningkatan PAD tidak hanya berasal dari satu sektor, tetapi dari berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh, termasuk efek berganda dari Program MBG. Karena itu, program ini perlu didukung bersama demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....