Permintaan Tahu untuk MBG Meningkat, Produsen Mendapat Berkah
- 11 Jun 2026 21:57 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan permintaan tahu di Kota Pekanbaru. Sejumlah produsen mengaku mengalami lonjakan produksi sejak memasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program tersebut.
Salah seorang produsen tahu di Pekanbaru, Kuswantoro, mengatakan saat ini sebagian besar produksinya diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG. Dalam sehari, ia mampu memasok antara 2.000 hingga 3.000 potong tahu untuk mendukung program MBG.
"Kalau sekarang untuk dapur SPPG atau program MBG, kebutuhan per hari sekitar 2.000 sampai 3.000 potong tahu. Kalau ke pasar justru sedikit saja, paling sekitar tiga sampai empat ember," ujar Kuswantoro, Kamis 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sebelum adanya program MBG, sebagian besar hasil produksinya dipasarkan ke pasar tradisional dan pedagang bakso. Saat itu, rata-rata produksi yang dipasarkan mencapai sekitar 1.500 potong atau setara delapan ember per hari. Namun kini, distribusi lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah tersebut.
"Sebelum MBG, pemasaran lebih banyak ke pasar dan pedagang bakso. Produksi harian sekitar 1.500 potong. Sekarang justru lebih banyak terserap ke MBG karena permintaannya cukup tinggi," katanya.
Namun hal berbeda dirasakan pedagang tahu di pasar tradisional. Sukiati, pedagang tahu di Pasar Sukaramai Pekanbaru, mengaku omzet penjualannya mengalami penurunan akibat berkurangnya pasokan yang masuk ke pasar. Menurutnya, banyak produsen yang lebih memilih menjual langsung ke dapur MBG karena harga yang diterima lebih menguntungkan.
"Kalau sekarang banyak yang masuk ke MBG. Harga tahu yang dijemput langsung ke rumah produsen lebih tinggi dibandingkan yang dijual ke pasar. Jadi produsen lebih memilih menjual ke MBG," ungkapnya.
Sukiati mencontohkan, pasokan tahu goreng yang biasanya diterimanya dalam jumlah tujuh wadah kini hanya sekitar empat wadah. Begitu juga dengan tahu putih yang biasanya dipasok hingga enam wadah, kini hanya sekitar tiga wadah. Berkurangnya pasokan tersebut membuat stok dagangannya menurun dan berdampak pada pendapatan sehari-hari.
Meski demikian, para pedagang berharap kebutuhan program MBG dapat tetap berjalan tanpa mengurangi pasokan bagi pasar tradisional. Mereka juga berharap produsen dapat membagi distribusi secara seimbang sehingga kebutuhan masyarakat umum tetap terpenuhi dan aktivitas perdagangan di pasar tidak terganggu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....