Operasional SPPG Riau Ditarget Tuntas 2026

  • 09 Mar 2026 21:37 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pelaksanaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Riau terus mengalami kemajuan. Hingga saat ini, operasional SPPG di Provinsi tersebut telah mencapai sekitar 94 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Kepri dan Sumbar, Syartiwidya, menyebutkan saat ini terdapat sebanyak 623 dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah di Riau. Menurutnya, keberadaan dapur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat.

“Sejauh ini sudah ada 623 dapur SPPG yang beroperasi di Riau. Secara keseluruhan capaian operasionalnya sudah mencapai sekitar 94 persen dari target,” ujar Syartiwidya, Senin 9 Maret 2026.

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh dapur SPPG dapat beroperasi secara penuh paling lambat hingga akhir tahun 2026. Target tersebut mencakup seluruh wilayah di Riau, termasuk daerah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas pendukung.

“Target kami paling lambat sampai akhir tahun ini seluruh SPPG sudah berjalan, termasuk di wilayah terpencil di Riau,” katanya.

Syartiwidya juga menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah akan memperluas cakupan penerima manfaat program MBG. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah, tetapi juga akan menjangkau kelompok masyarakat lain yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Ke depan penerima manfaatnya tidak hanya siswa, tetapi juga tenaga pendidik, tenaga non-pendidikan, lansia, anak usia sekolah yang tidak bersekolah seperti anak panti asuhan, serta kelompok disabilitas,” jelasnya.

Ia berharap percepatan operasional SPPG di seluruh wilayah Riau dapat terus berjalan dengan baik sehingga penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat dapat dilakukan secara merata.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaan program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat membantu meningkatkan kualitas gizi,” tuturnya.

Rekomendasi Berita