Evaluasi MBG Ramadan, KPPG Terima Banyak Masukan
- 05 Mar 2026 21:25 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat, Syartiwidya, mengakui pihaknya menerima sejumlah masukan dari orang tua murid, kepala sekolah, hingga kepala daerah terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Menurut Syartiwidya, berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk memastikan program MBG berjalan lebih baik di lapangan. Ia menyebutkan, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan memberikan teguran kepada kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pelaksanaan program tidak kembali melakukan kesalahan serupa.
Ia menegaskan pengemasan dan distribusi makanan MBG harus dilakukan sebaik mungkin demi menjaga kualitas makanan yang diterima para siswa. Salah satu aturan yang ditekankan adalah makanan MBG hanya boleh diberikan maksimal untuk dua hari, khususnya untuk kebutuhan hari Jumat dan Sabtu.
“Jangan sampai makanan diberikan lebih dari dua hari. Hal ini penting untuk menjaga kelayakan makanan yang dikonsumsi siswa,” ujarnya, Kamis 5 Maret 2026.
Syartiwidya menjelaskan, secara umum distribusi makanan tetap dilakukan setiap hari sesuai jadwal. Namun, apabila pihak sekolah meminta pengiriman untuk beberapa hari sekaligus, maka tetap harus dibatasi maksimal dua hari agar kualitas makanan tetap terjaga.
Ia menambahkan, makanan yang disimpan lebih dari tiga hari berpotensi tidak lagi layak konsumsi. Oleh karena itu, pihaknya terus mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar mematuhi ketentuan tersebut demi kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat program.
Selain itu, KPPG juga terbuka menerima berbagai aduan dan masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan program MBG. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi serta memberikan teguran kepada pihak SPPG agar segera melakukan perbaikan.
Syartiwidya juga menegaskan bahwa apabila pihak SPPG melaporkan adanya keterbatasan infrastruktur pendukung program MBG, maka pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada yayasan pengelola agar segera melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas yang diperlukan. Dengan demikian, pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa.