Kampung Nelayan Merah Putih Optimalisasi Wilayah Pesisir
- 03 Des 2025 17:49 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan potensi wilayah pesisir.
Hal itu disampaikan Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Humardani, Penyuluh Perikanan Kabupaten Bengkalis, M. Zulkarnain, serta Ketua Koperasi Merah Putih Desa Pambang Pesisir Bengkalis, M. Effendi dalam Dialog Pekanbaru Pagi Pro 1 RRI Pekanbaru, Selasa (2/12/2025).
Kabid Perikanan Tangkap DKP Riau, Humardani, menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu prioritas dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk menghadirkan pembangunan dari desa, mewujudkan pemerataan ekonomi, serta mendukung upaya pemberantasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Menurutnya, skema ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat komunitas pesisir.
Lebih lanjut, Humardani menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mensosialisasikan program ini kepada pemerintah daerah melalui serangkaian koordinasi dengan dinas kabupaten dan kota. KKP juga telah memetakan wilayah-wilayah yang layak diusulkan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan mempertimbangkan tahapan persiapan teknis hingga administrasi.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan Kabupaten Bengkalis, M. Zulkarnain, menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pambang Pesisir telah dimulai sejak November 2025. Desa tersebut masuk dalam tahap kedua bersama sekitar 35 desa lainnya, setelah sebelumnya 65 desa menerima bantuan senilai Rp22 miliar yang disalurkan melalui KKP dan langsung didistribusikan ke daerah.
| Baca juga: Diskop UKM Dorong RAT Koperasi Tepat Waktu |
Zulkarnain menambahkan, saat ini pengerjaan di Pambang Pesisir telah memasuki tahapan clean and clear lahan. Proses ini ditargetkan tuntas pada Maret 2026, sehingga pembangunan sarana dan prasarana bagi masyarakat nelayan dapat segera dilanjutkan.
Ia berharap hadirnya program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mengoptimalkan produksi perikanan tangkap di Bengkalis.
Di sisi lain, Ketua Koperasi Merah Putih Desa Pambang Pesisir, M. Effendi, menegaskan bahwa keberadaan koperasi akan dimaksimalkan untuk memperkuat posisi tawar nelayan. Koperasi akan mengambil peran strategis dalam memutus ketergantungan nelayan terhadap tengkulak yang selama ini kerap merugikan mereka. Dengan demikian, nilai jual hasil tangkapan dapat lebih adil diterima oleh para pelaku usaha kecil di sektor kelautan.
Effendi juga menjelaskan bahwa koperasi siap memangkas alur distribusi ikan, baik yang ditujukan untuk ekspor maupun kebutuhan pasar domestik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat rantai pasok, menjaga harga tetap stabil, serta memastikan kebutuhan protein masyarakat Indonesia dapat terpenuhi melalui distribusi hasil laut yang lebih efisien.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, penyuluh perikanan, dan koperasi nelayan, Program Kampung Nelayan Merah Putih diyakini menjadi momentum penting untuk mengangkat harkat ekonomi masyarakat pesisir di Riau. Pembangunan yang tepat sasaran diharapkan mampu menjadikan desa-desa nelayan lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....