IPR Yogyakarta Tetapkan Kriteria Peserta Balek Besamo 2026

  • 09 Mar 2026 10:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Ikatan Pelajar Riau (IPR) Yogyakarta menetapkan sejumlah kriteria prioritas dalam proses seleksi peserta program Balek Besamo 2026 yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau. Langkah ini dilakukan agar kuota mudik gratis bagi mahasiswa Riau di perantauan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Ketua IPR Yogyakarta, Rafsan Jzani, mengatakan panitia telah menyepakati tiga syarat utama bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Balek Besamo tahun ini. Kriteria tersebut bertujuan memastikan peserta yang berangkat benar-benar membutuhkan sekaligus memiliki kontribusi positif selama berada di perantauan.

“Prioritas pertama tentu bagi mahasiswa yang kurang mampu. Kedua, mahasiswa yang memiliki prestasi dan mengharumkan nama Riau di Jogja, Solo, maupun Malang. Ketiga, mahasiswa yang aktif dan berkontribusi dalam organisasi daerah di perantauan,” ujarnya, Seni, 9 Maret 2026.

Menurutnya, penetapan kriteria tersebut juga menjadi upaya untuk mencegah potensi kericuhan saat proses pendaftaran. Pasalnya, jumlah mahasiswa yang berminat mengikuti program Balek Besamo diperkirakan jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.

“Dengan adanya syarat prioritas ini diharapkan proses pendaftaran berjalan tertib. Setelah memenuhi kriteria, peserta juga harus menunjukkan KTP asal Riau serta kartu tanda mahasiswa dari kampus di Jogja, Solo, atau Malang,” katanya.

Selain menetapkan kriteria, panitia juga mengatur distribusi kursi bagi mahasiswa Riau yang berada di sejumlah kota perantauan. Pengaturan tersebut dilakukan agar setiap daerah di Provinsi Riau memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program mudik gratis tersebut.

Rafsan menjelaskan, dari total kuota yang tersedia, sebagian besar dialokasikan untuk mahasiswa yang berada di Yogyakarta. Hal ini karena Yogyakarta merupakan salah satu pusat pendidikan dengan jumlah mahasiswa asal Riau yang cukup besar.

“Untuk mahasiswa di Jogja, kami bagi lagi berdasarkan perwakilan daerah di Riau. Misalnya Kota Pekanbaru mendapat lima kursi, Kabupaten Siak lima kursi, dan seterusnya hingga totalnya mencapai 60 kursi,” terangnya.

Sementara itu, mahasiswa Riau yang berada di Kota Solo disediakan kuota sebanyak 20 kursi. Sedangkan mahasiswa di Kota Malang mendapat jatah sebanyak 10 kursi sehingga total peserta program Balek Besamo tahun ini mencapai 90 orang.

“Dengan pembagian ini kami berharap seluruh perwakilan daerah di Riau bisa terakomodasi dan kuota yang tersedia dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Rafsan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas perhatian yang diberikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Program Balek Besamo dinilai sangat membantu mahasiswa untuk pulang kampung, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya perjalanan.

“Program ini sangat berarti bagi kami. Pulang kampung bersama sesama mahasiswa Riau juga menghadirkan suasana kebersamaan yang jarang dirasakan selama berada di perantauan,” ujarnya.

Ia berharap program mudik gratis tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa Riau yang menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Rekomendasi Berita