Cahaya dari Suara, Aria Noor Juara PTQ 2026

  • 28 Feb 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Aria Noor tak pernah membayangkan namanya akan bergema sebagai juara pertama dalam Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) 2026. Qori sensor netra Korwil 8 Banjarmasin itu hanya terdiam, seolah memastikan bahwa yang ia dengar bukan sekadar harapan.

"Perasaan saya biasa saja sebetulnya, hanya bersyukur kepada Allah SWT. Karena berkatNya saya bisa seperti ini," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 28 Februari 2026.

Baginya, kemenangan bukanlah garis akhir, melainkan buah dari proses panjang yang ia jalani dengan sabar. Sebagai penyandang sensor netra, ia menempuh cara belajar yang mengandalkan pendengaran dan ketekunan.

Tak hanya mengandalkan pertemuan langsung dengan guru, Aria juga memanfaatkan teknologi sederhana yang akrab dalam kesehariannya. Ia memperbanyak mendengarkan murottal melalui YouTube serta file rekaman yang tersimpan di telepon genggamnya.

"Itu bahan-bahan atau alat-alat yang bisa saya dengarkan. Dari situ saya belajar memperindah bacaan," ujarnya, menjelaskan.

Di balik keterbatasan penglihatan, ia membuktikan bahwa ketekunannya mampu membuka jalan yang tak selalu terlihat mata. Setiap ayat yang ia lantunkan bukan hanya tentang teknik dan irama, melainkan tentang kesungguhan hati yang terus berlatih dalam diam.

Dalam proses belajarnya, Al-Qur’an Braille menjadi pintu awal. Jemarinya meraba titik demi titik huruf hijaiyah, mengenali bentuk, lalu merangkainya menjadi kata dan kalimat.

"Kalau belajar itu tergantung masing-masing individu, tapi tahapannya jelas. Mulai dari mengenal huruf hijaiyah, merangkai kata, membaca satu kalimat, lalu menghafalkan tanda-tanda waqafnya," ucapnya.

Sebagai qori, ia bukanlah pendatang baru, hal itu dibuktikan bahwa ia pernah mengikuti ajang serupa di Takengon, Aceh. Pengalaman itu membuatnya kian tenang dan fokus menyampaikan ayat suci penuh penghayatan.

Kini, di panggung PTQ 2026, ia membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan tak pernah membatasi cahaya yang lahir dari suara. Sebab bagi dirinya, tilawah bukan hanya tentang nada dan tajwid, melainkan tentang cinta yang terus dirawat.

Sementara itu, Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-55 Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo.

"Pelaksanaan TPQ ke-55 2026 memiliki makna yang mendalam karena pelaksanaannya bertepatan pada bulan Ramadan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentun dalan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," katanya

Rekomendasi Berita