Qori’ah Tunanetra Medan Getarkan RRI lewat Tartil Al-Qur’an

  • 27 Feb 2026 23:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana Auditorium Abdurrahman Saleh RRI perlahan hening ketika lantunan QS. Al-Isra ayat 1 mulai terdengar. Dari atas panggung, Andi Safira Atira berhasil melantunkannya dengan suara yang indah dan penuh penghayatan.

Qori’ah tunanetra Korwil 9 Pontianak itu seakan mengajak hadirin larut dalam setiap ayat yang dibaca. Tepuk tangan pun pecah di akhir penampilannya, menandai penutupan yang mengesankan bagi seluruh rangkaian Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) 2026.

Di sela kesibukannya sebagai qori’ah, ia juga menjalani peran sebagai mahasiswi di IAIN Pontianak. Dua dunia itu—akademik dan tilawah—membentuk cara pandangnya terhadap generasi muda Indonesia.

Baginya, anak muda hari ini memiliki potensi besar untuk membawa perubahan. Namun potensi itu, menurutnya, perlu diarahkan pada hal-hal yang memberi makna dan dampak luas.

"Saya ingin anak muda Indonesia, terutama Gen Z, menjadi agent of change. Dan bisa lebih giat lagi mempelajari Al-Qur’an," katanya kepada RRI usai lomba Pekan Tilawatil Qur'an (PTQ) 2026, Auditorium Abdurrahman Saleh RRI, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia percaya, kedekatan dengan Al-Qur’an bukan hanya soal kemampuan membaca dengan indah. Tetapi juga tentang memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari situlah, ia meyakini, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berdaya saing. Sehingga mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.

Selain Andi, semangat yang sama juga terpancar dari Qori’ah tunanetra Korwil 16 Medan, Shinta Wulan Dwi. Gadis yang pernah menjuarai Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI tingkat nasional 2025 itu melangkah dengan penuh keyakinan.

Baginya, keterbatasan penglihatan bukanlah penghalang untuk terus bertumbuh. Ia memilih menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya sekaligus pegangan hidup.

Di tengah kesibukan dan tantangan yang dihadapi, ia tetap tekun belajar, memperbaiki bacaan. Dan berbagi inspirasi kepada banyak orang.

"Dengan percaya kepada Al-Qur’an, kita bisa melakukan apa saja. Allah akan selalu memperkaya kita ketika kita dekat dengan Al-Qur’an," ucapnya, penuh keyakinan.

Keyakinan itulah yang membuat langkahnya terasa ringan namun bermakna. Dari setiap ayat yang dilantunkan, ia tidak hanya menghadirkan keindahan suara, tetapi juga pesan tentang keteguhan, dan harapan.

Rekomendasi Berita