Melalui ‘Optik di Monas’, Desy Dorong Penguatan Ilmu Berbasis Al-Quran
- 27 Feb 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Desy Ariani selaku peserta grand final Pekan Tilawatil Quran (PTQ) 2026 kategori tausiah putri menyampaikan tausiah bertemakan ‘optimalisasi ilmu dengan Al-Quran di era digital mewujudkan Indonesia emas’. Perwakilan Korwil XVI Medan itu menyingkat temanya dengan sebutan ‘Optik di Monas’ sebagai ajakan menguatkan generasi muda Qurani.
“Pada kesempatan grand final PTQ kali ini saya akan menyampaikan sebuah tausiah yang saya singkat dengan judul Optik di Monas. Optimalisasi ilmu dengan Al-Quran di era digital mewujudkan Indonesia emas,” ucapnya saat menyampaikan tausiah dalam grand final Pekan Tilawatil Quran ke-55 di Galeri Tri Prasetya RRI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia mengutip pernyataan Profesor Dr. Rizky Edby Edison yang disampaikan dalam kanal YouTube Rory Asyari dua minggu lalu. Menurutnya, generasi muda era digital kini sulit memiliki waktu merenung, berpikir, serta menggali kreativitas dan ide.
Desy menjelaskan kebiasaan melihat dan menggulir media sosial tanpa sadar dapat menurunkan fungsi otak. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap kemampuan menyerap serta mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Ia kemudian menegaskan pentingnya optimalisasi ilmu melalui petunjuk Allah SWT yang termuat dalam Al-Quran. Desy mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 190 tentang tanda kebesaran bagi orang berakal.
Dalam penjelasannya, ia merujuk tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi mengenai makna ulul albab. Ulul albab diibaratkan seperti inti kelapa, yakni pemahaman mendalam yang melahirkan syukur dan perenungan.
Sebagai penutup, Desy merumuskan konsep RRI yaitu Rutin membaca dan memahami Al-Quran, Rawat ilmu melalui riset, serta Ikuti kajian. Ia menambahkan, jika langkah tersebut dijalankan, maka tema PTQ RRI 2026 memperkuat generasi muda Qurani menuju Indonesia emas dapat terwujud.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....