Prasasti Kedukan Bukit, Bukti Palembang adalah Kota Tertua

  • 27 Apr 2024 18:54 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Palembang disebut sebagai kota tertua di Nusantara, tanggal 16 juni diperingati sebagai hari lahir kota Palembang, hari ulang tahun kota Palembang ditetapkan berdasarkan Prasasti kedukan bukit, Prasasti yang menjadi Petunjuk dimana lokasi kedatuan Sriwijaya, Prasati ini berisi mengenai proklamasi berdirinya suatu Wanua, yaitu perjalanan suci Dapunta Hyang dari Minganga menuju suatu tempat untuk mendirikan suatu Wanua.

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan diwilayah kedukan bukit kota Palembang, tepatnya ditepi Sungai Tatang, Prasati ini ini ialah salah satu bukti yang paling tersohor Kerajaan Sriwijaya.

Mang Dayat (Pemerhati Sejarah Budaya Sumatera Selatan) saat dihubungi RRI mengatakan “Penemuan prasasti kedukan bukit terjadi pada tanggal 29 November 1920 oleh C.J. Baten Burg, sedangkan pada tahun 1924 Tulisan prasasti Kedukan Bukit diterjemahkan oleh Phillipu Samuel Van Ronkel, seorang Ahli Bahasa melayu, setelah empat tahun ditemukan prasasti kedukan bukit ini baru bisa diterjemahkan”.

Lebih lanjut mang dayat mengatakan, Prasasti kedukan bukit ialah peninggalan dari raja Dapunta Hyang atau lebih dikenal dengan Raja Srijayanasa, beliau adalah raja pertama kerajaan Sriwijaya, Bentuk dari prasati kedukan bukit bulat seperti telur yang menuliskan lahirnya Kerajaan Sriwijaya.

Peristiwa Pertama Dapunta hyang naik Perahu, menuju kuil Budha dalam rangka merayakan Waisak, lalu setelah kedatangan pertamanya Dapunta Hyang datang lagi sebulan kemudian, dengan membawa dua puluh ribu pasukan yang kemudian mendirikan kerajaan dengan nama Sriwijaya di Palembang.

Ukuran dari Prasasti kedukan bukit 45x80 cm, ukuran yang ukup kecil bila dibandingkan dengan prasati lainnya, prasasti kedukan bukit tersebut ditulis dengan Huruf Pallawa, saat in Prasasti kedukan Bukit disimpan dimuseum Nasional di Jakarta dan pernah menjadi koleksi Pameran Kedatuan Sriwijaya The Great Empire.

Lanjut Mang Dayat, “Penafsiran Prasati kedukan bukit , pada tanggal 11 Waisaka 604 atau 23 April 1682, Raja Sriwijaya yang bergelar Dapunta hyang naik perahu dari suatu tempat, untuk menggabungkan diri bersama bala tentaranya yang sudah berhasil menaklukkan Minanga, lalu pada tanggal 7 Jesta atau (19 Mei) Dapunta Hyang Berangkat dari Minanga, kembali ke Ibukota mereka bersuka cita karena kembali dengan kemenangan , pada tanggal 5 Asada atau 16 Juni, mereka sampai di muka Upang sebelah timur kota Palembang, setelah sampai di Ibukota Dapunta hyang menitahkan untuk pembuatan Bangunan berupa sebuah wihara, sebagai bentuk rasa syukur dan kegembiraan. Tanggal 5 Asada atau 16 Juni itulah yang menjadi Landasan lahirnya kota Palembang , pungkas mang Dayat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....