Mengenal Budaya Palembang Tradisi Rebo Kasan yang Hampir Punah

  • 15 Sep 2023 14:27 WIB
  •  Palembang

KBRN Palembang: Tradisi Rebo Kasan atau Rebo Wakasan, yakni tradisi ritual yang diselenggarakan pada hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Tradisi ini berisi rangkaian kegiatan yang diawali dengan shalat sunat Safar, bekela, dan mandi Safar. Tujuannya untuk menolak bala atau malapetaka.

Bagi warga Kota Palembang yang menyakini bulan Safar merupakan bulan naas, bulan penuh cobaan dari Allah SWT, tidak akan melakukan upacara perkawinan, khitanan, syukuran, pindah rumah dan lain-lain.

Salah satu warga Palembang yang juga pelestari budaya Palembang Darussalam , Hj Anna Kumari, terus melaksanakan tradisi Rebo Kasan. Tahun ini, Hj Anna Kumari menggelar tradisi Rebo Kasan, di Komplek Pertamina Bagus Kuning, Daerah Dok Yard, pada Rabu (13/9/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan bersama beberapa organisasi massa tersebut dihadiri Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja, SH, MKn, dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Palembang.

Dimulai dengan shalat sunah mutlak di Masjid Darul Muttaqien, Komplek Pertamina Bagus Kuning dipimpin Ustad KH Kiagus Amin Wahid. Selanjutnya bersedekah dan berbagi makanan serta makan siang bersama (Bekela) dan pementasan dulmuluk. Hj Anna Kumari berharap tradisi Rebo Kasan terus dilestarikan dan jangan sampai punah ditelan zaman.

“Saya sangat bahagia dengan pelaksanaan rebu akhir kali ini karena Sanggar Tari Anna Kumari Palembang dan Rumah Budaya Putri Dayang Merindu disuport bersama- sama Kesultanan Palembang Darussalam, Zuriat Bangsawan Palembang Darussalam, Palembang Darussalam Sepakat, Kerukunan Keluarga Palembang, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Pertamina Patra Niaga dan para pencinta budaya "katanya.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, SH, MKn mengatakan , tradisi Rebo Kasan merupakan tradisi dari Kesultanan Palembang Darussalam yang ada sejak dahulu.

“Dan tradisi ini bukan hanya dilaksanakan di Palembang, tapi di nusantara juga melaksanakannya sehingga kearifan budaya ini harus kita jaga dan kita laksanakan secara bersama-sama,” katanya pada RRI,Kamis (14/9/23).

Dia memberikan apresiasi kepada Ibu Anna Kumari yang selalu mengingatkan dan juga selalu menginisiasi kegiatan ini. Kedepan menurutnya tradisi Rebo Akhir ini bisa dilaksanakan lagi lebih besar dan lebih meriah.

Ketua pelaksana acara rebu kasan, Mirza Indah Dewi, menambahkan, Rebo Kasan orang Palembang lama yang paham tentang tradisi budaya ini akan melakukan amalan-amalan. Dimana amalan yang dilaksanakan mandi Safar untuk mensucikan diri, salat sunah muthlak 4 rakaat dan berdoa tolak bala lalu bekela.

"Bekela yaitu bersedekah makanan dan saling berbagi sebagai wujud Kebersamaan dan kekeluargaan. Jadi tiga amalan yang harus kita lakukan,” katanya.

Rumah Budaya Nusantara Putri Dayang Merindu dan Sanggar Tari Anna Kumari sendiri sudah melaksanakan kegiatan ini sejak 20 tahun terakhir. Tahun ini diadakan bersama-sama Kesultanan Palembang Darussalam dan Pencinta Budaya.

“Jadi kita urunan melaksanakan kegiatan ini dengan tenaga, pikiran dan dana, Alhamdulilah rebu kasan tahun ini luar biasa,” katanya.

Pada tahun ini juga selenggarakan di tepian Sungai Musi, Komplek Pertamina Bagus Kuning. Diharapkan generasi muda bisa ikut melestarikan tradisi ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....