Dulu Tempat Sampah, Kini Danau Shuji Jadi Magnet Wisata Sumsel
- 30 Jun 2026 15:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Muara Enim - Danau Shuji di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, kini tak lagi dikenal sebagai tempat pembuangan sampah yang kumuh. Melalui konsistensi warga dan sentuhan program pemberdayaan, danau ini bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan yang mandiri secara ekonomi dan energi.
Perubahan besar ini berawal dari kegelisahan tokoh masyarakat setempat, Bob Permana. Melihat potensi yang terkubur di balik tumpukan sampah, ia bersama rekan-rekannya mulai bergerak. Langkah awal ini kemudian mendapat dukungan penuh dari Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, melalui Program Lembak Desa Wisata Shuji (MbakDewi Shuji).
Selama lima tahun (2021–2025), PEP Prabumulih Field mengucurkan program peningkatan kapasitas, pelatihan keterampilan, hingga pengelolaan desa wisata. Tak hanya itu, aspek transisi energi juga menyentuh kawasan ini lewat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 kWp dengan baterai 10 kWh sebagai sumber energi alternatif sekaligus sarana edukasi bagi pengunjung.
Kini, program pembinaan tersebut telah memasuki fase exit program, menandai kemandirian penuh masyarakat dalam mengelola Danau Shuji.
"Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar," ujar Manager Community Involvement and Development PHR, Iwan Ridwan Faizal, Selasa, 30 Juni 2026.
Dampak ekonomi dari transformasi ini langsung dirasakan lambat laun. Danau Shuji kini ramai dipadati pelancong dari Palembang, Lampung, Lubuklinggau, Bengkulu, hingga Bangka. Wisatawan bisa menikmati wahana perahu, sepeda air, atau sekadar berpiknik di saung pinggir danau.
Sektor lapangan kerja baru pun tercipta. Sedikitnya 30 warga lokal terserap sebagai tenaga pengawas dan pelayan paruh waktu saat akhir pekan, tanpa kehilangan waktu utama mereka untuk mengurus kebun pada hari biasa. Sektor UMKM yang menjajakan panganan khas seperti kerupuk, opak, dan kemplang di sepanjang jalan akses danau ikut kecipratan untung.
Menariknya, perputaran uang di Danau Shuji tidak hanya masuk ke kantong pengelola. Sebagian keuntungan langsung disisihkan untuk kas masjid-masjid setempat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan," ungkap Bob Permana.
Semangat pelestarian lingkungan dari Danau Shuji ini juga diduplikasi oleh PHR Zona 4 ke wilayah lain. Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Prabumulih, mereka gencar mengampanyekan edukasi lingkungan kepada pelajar, melakukan penanaman pohon buah produktif, hingga mendukung konservasi habitat gajah di Kawasan Hutan Benakat Semanggus melalui penanaman pohon pelindung ekosistem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....