Masak Tepi Sungai Angkat Tradisi Kopi dan Roti Palembang

  • 08 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Palembang

RRI.co.id, Palembang - Tradisi minum kopi masyarakat Palembang akan menjadi tema utama kegiatan Masak Tepi Sungai 2026. Acara budaya tahunan itu digelar Komunitas Sahabat Cagar Budaya pada Sabtu dan Minggu, 20-21 Juni 2026.

Kegiatan akan berlangsung di Kampung Perigi dengan melibatkan masyarakat setempat. Berbagai agenda disiapkan untuk memperkenalkan warisan kuliner dan sejarah Kota Palembang.

Ketua Pelaksana kegiatan, Robby Sunata, mengatakan acara tersebut dirancang untuk mengangkat jejak budaya kopi Palembang. Tradisi tersebut akan dibahas dari berbagai sudut pandang sejarah dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurut Robby, kopi memiliki peran penting dalam kehidupan warga Palembang sejak masa lampau. Kehadirannya juga tidak terlepas dari beragam roti dan kue tradisional yang menjadi pendampingnya.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan cerita dan tradisi yang membentuk budaya minum kopi di kota tepian Sungai Musi. "Melalui Masak Tepi Sungai 2026: Kopi dan Roti, kami ingin mengajak masyarakat mengenal lebih dekat tradisi kuliner Palembang sekaligus merayakan keberagaman budaya yang membentuk identitas kota ini," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis, 4 Juni 2026.

Sejumlah narasumber akan hadir untuk membagikan pengetahuan mengenai budaya kopi Palembang. Materi yang disampaikan mencakup sejarah, tradisi, hingga pengaruh berbagai kebudayaan dunia.

Sejarawan RM Ali Hanafiah akan mengulas ragam roti dan kue yang menjadi teman minum kopi masyarakat Palembang. Pembahasan tersebut akan menyoroti hubungan kuliner dengan perkembangan budaya lokal.

Obay Minoral akan membahas sejarah toko kopi peranakan India yang berkembang di kawasan Plaju. Sementara Mardho Tilla akan mengangkat tradisi menikmati kopi di lingkungan keturunan Kesultanan Palembang Darussalam.

Perspektif lain akan disampaikan Abu Bakar Syukri yang membahas kebiasaan minum kopi masyarakat peranakan Arab. Beragam cerita itu diharapkan memperkaya pemahaman peserta mengenai warisan budaya Palembang.

Pengaruh budaya Tiongkok, India, Arab, dan Persia terhadap tradisi kopi Palembang akan dibahas Laila Dimyati. Ia akan menjelaskan proses akulturasi yang membentuk kekayaan kuliner kota tersebut.

Selain diskusi, warga Kampung Perigi akan memperkenalkan sejarah dan keunikan lingkungan mereka. Kegiatan itu digelar di tepi Sungai Musi menjelang senja sebagai bagian dari rangkaian acara.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai lokakarya yang melibatkan perajin dan pelaku kuliner tradisional. Kegiatan tersebut mencakup pembuatan cetakan kue aluminium hingga kelas memasak kue khas Palembang.

Berbagai aktivitas interaktif turut disiapkan untuk menarik minat masyarakat. Peserta dapat mengikuti kreasi kuliner berbahan roti goreng dan gulo puan yang menjadi ciri khas daerah.

Panitia juga menghadirkan program walking tour menyusuri Kampung Perigi bersama komunitas Palembang Good Guide. Kegiatan sketsa dan fotografi akan melengkapi pengalaman peserta mengenal kawasan bersejarah tersebut.

Robby berharap kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku budaya, dan generasi muda. "Masak Tepi Sungai bukan hanya tentang makanan dan minuman, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....