Jadi Wisata Religi Unggul, ASITA Harapkan Pemprov Sumsel Kembangkan Potensi
- 03 Apr 2026 06:24 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembanng - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan potensi besar di sektor pariwisata. Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Sumsel menyoroti terkait potensi wisata religi di Sumsel sangat besar menjadi daya tarik utama jika di kembangkan.
Berbasis pada kekayaan sejarah dan budaya, wisata religi menjadi salah satu kekuatan utama yang dinilai “menjual” bagi daerah ini. Sejumlah destinasi seperti Kampung Arab Al-Munawar menjadi contoh nyata bagaimana jejak sejarah dan nilai budaya mampu memikat perhatian pengunjung.
Kawasan ini terkenal dengan bangunan rumah kayu tradisional berusia ratusan tahun, tradisi Arab yang kental, dan kuliner khas, serta dihuni oleh komunitas Arab keturunan. Tidak hanya itu, ternyata kawasan ini juga menyimpan cerita panjang tentang penyebaran Islam di Palembang, melalui perdagangan, dakwah, pendidikan, dan pernikahan dengan penduduk lokal.
Palembang juga punya tradisi lokal seperti Ngidang turut menjadi pengalaman unik yang memberikan kesan mendalam bagi wisatawan. Tidak hanya sekadar kuliner, tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Wakil Sekretaris ASITA Sumatera Selatan, Lia Soki, mengatakan bahwa potensi wisata religi di Sumsel menjadi daya tarik utama yang perlu terus dikembangkan. “Potensi utama Sumsel yang sangat kuat untuk kita jual adalah wisata religi. Berdasarkan sejarah yang kita miliki, itu justru membuat wisatawan tertarik,” ungkap Lia kepada RRI dalam Dialog Palembang Menyapa, Kamis 2 April 2026 yang juga bisa akses melalui https://www.youtube.com/watch?v=XWQCZx_jpVg.
Ia juga mengatakan, bahwa tantangan saat ini bukan hanya pada potensi, melainkan bagaimana pengelolaan dan strategi promosi yang dilakukan. Menurut Lia, pendekatan yang tepat dalam memperkenalkan destinasi sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.
“Seperti Kampung Arab dan tradisi Ngidang, berdasarkan pengalaman saya membawa tamu, mereka sangat tertarik dengan hal-hal tersebut. Apalagi saat melihat proses pembuatan kain wastra, antusiasme mereka sangat tinggi,” jelasnya.
Lia juga mengatakan bahwa promosi pariwisata Palembang sebaiknya tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada aspek edukasi. Wisata yang mengedepankan nilai sejarah, budaya, dan pengalaman dinilai lebih mampu memberikan kesan mendalam bagi wisatawan.
Lewat strategi promosi yang tepat serta pengelolaan yang baik, potensi wisata religi di Sumatera Selatan diyakini dapat menjadi daya tarik unggulan. Potensi tersebut juga dinilai mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....