Pusat Oleh-Oleh Kampung Wakaf Marogan Gerakkan Ekonomi Warga

  • 15 Mar 2026 21:36 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang – Kawasan wisata religi di sekitar Masjid Kiai Marogan Kertapati Palembang mulai dikembangkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program wakaf produktif. Hal ini ditandai dengan soft launching pusat oleh-oleh Palembang di kawasan Kampung Wakaf Marogan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan hingga komunitas usaha.

Kegiatan ini dilaksanakan, Jumat, 13 maret 2026. Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang turut membuka soft Launching pusat oleh-oleh Palembang, perwakilan BUMN dan Perbangkan, beberapa tokoh masyarakjat dan pengurus komunitas serta warga masyarakat.

Pembina Yayasan Merogan, Ustaz Agus Ahmad Fauzan Yayan, mengatakan ,pengembangan kawasan tersebut bertujuan menghidupkan ekonomi warga sekitar dengan memanfaatkan potensi wisata ziarah yang sudah lama ada di kawasan makam Kiai Marogan, Menurutnya, setiap hari kawasan tersebut ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Sumatera Selatan bahkan luar daerah. Pada waktu tertentu, kunjungan bisa mencapai puluhan bus dalam sehari sehingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kami kemarin melakukan launching pusat oleh-oleh Palembang di kawasan Kampung Wakaf Marogan. Tujuannya untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar berbasis wakaf produktif, karena lahan yang ada di sana merupakan tanah wakaf dari Kiai Marogan,” ujarnya saat dihubungi RRI via telepon, Sabtu,14 Maret 2026.

Ia menjelaskan, selain sebagai tempat ibadah dan ziarah, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu. Beberapa rencana pengembangan di antaranya pembangunan pusat oleh-oleh, penginapan, restoran atau food court, hingga wisata edukasi kuliner khas Palembang.

Wisata edukasi ini nantinya memungkinkan pengunjung belajar langsung membuat makanan khas seperti tempe maupun pempek bersama warga sekitar. Dengan demikian masyarakat dapat terlibat langsung sebagai pelaku usaha sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki potensi wisata sungai karena berada di pertemuan Sungai Ogan dan Sungai Musi. Ke depan direncanakan pula pengembangan wisata kapal untuk menambah pilihan aktivitas bagi para pengunjung.

Yayan menambahkan, konsep Kampung Wakaf Marogan merupakan upaya menghidupkan kembali semangat wakaf produktif yang pernah dicontohkan oleh Kiai Marogan. Selain membangun masjid dan kegiatan sosial, tokoh ulama tersebut juga mewakafkan properti yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.

“Melalui program ini, para pelaku UMKM di sekitar kawasan akan dibina dan ditata agar memiliki tempat usaha yang lebih rapi. Mereka juga akan difasilitasi akses permodalan melalui skema wakaf produktif dan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Ekonomi Kreatif Sumatera Selatan (Forkertas Sumsel), Sri Rahayu, menilai inisiatif tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata religi di Palembang.

Menurutnya, gagasan pembukaan pusat oleh-oleh ini berawal dari keinginan untuk memanfaatkan tingginya kunjungan peziarah ke makam Kiai Marogan. Para pengunjung tentu membutuhkan oleh-oleh khas daerah yang dapat dibawa pulang.

Kami melihat kunjungan wisata religi ke Kiai Marogan cukup tinggi, bahkan sering datang rombongan bus. Karena itu muncul gagasan membuka pusat oleh-oleh agar bisa menjadi sumber pendapatan sekaligus mendukung pariwisata,” jelasnya.

Saat ini beberapa produk khas Palembang sudah mulai dipasarkan di lokasi tersebut, seperti kemplang, kue bangkit, aneka kue kering, minuman segar hingga pempek dalam bentuk frozen. Ke depan Forkertas Sumsel juga akan membantu pembinaan produk dari sisi kualitas, kemasan hingga branding.

Ketua DPD Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Sumatera Selatan, Syarhan Syaropi, menyatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan wisata religi di kawasan Masjid Kiai Marogan, termasuk hadirnya pusat jajanan oleh-oleh khas Sumatera Selatan. Menurutnya, keberadaan pusat oleh-oleh tersebut dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Palembang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

“Masata mensupport penuh pengembangan pariwisata di Sumatera Selatan, khususnya wisata religi di kawasan Masjid Kiai Marogan. Kehadiran pusat oleh-oleh ini akan membantu menggerakkan UMKM dan menjadi penopang ekonomi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Hardi Bubut, menyatakan generasi muda siap mendukung pengembangan kawasan wisata religi tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga mempromosikan potensi wisata melalui media sosial.

“Kehadiran pusat oleh-oleh di kawasan Kampung Wakaf Marogan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Masjid Kiai Marogan,” tambah Hardi yang tutur hadir diacara tersebut,

Dengan sinergi berbagai pihak, kawasan wisata religi ini diharapkan berkembang menjadi destinasi baru yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....