Peternakan Unta Hudaibiyah Jadi Destinasi Populer Wisata Saudi
- 22 Nov 2025 23:12 WIB
- Palembang
KBRN, Makkah: Unta selama berabad-abad telah menjadi ikon budaya Arab Saudi, bahkan diakui sebagai hewan nasional negara tersebut. Keberadaannya tak hanya terkait dengan kehidupan tradisional masyarakat Arab, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sejarah dan peradaban gurun.
Salah satu lokasi yang memperkenalkan budaya unta secara langsung kepada publik adalah peternakan unta Hudaibiyah. Destinasi ini menjadi magnet wisata bagi jamaah haji, umrah, dan pelancong dari berbagai negara yang ingin menyaksikan lebih dekat kehidupan hewan gurun yang setia mendampingi perjalanan bangsa Arab di masa lalu.
Menurut Ustad Ulil, Mutowif jamaah Zafatour yang mendampingi rombongan pada Rabu (5/11/2025), wilayah Hudaibiyah terletak di antara Makkah dan Jeddah, dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari Makkah. “Peternakan unta Hudaibiyah menjadi salah satu objek wisata populer, baik di musim haji maupun umrah. Pengunjung dapat melihat unta-unta yang dilepas bebas di padang pasir secara langsung,” ujar Ustad Ulil.
Tak hanya melihat unta dari dekat, pengunjung juga dapat menyaksikan proses pemerahan susu unta yang dilakukan para penggembala—mayoritas berasal dari Sudan. Selain itu, wisatawan dapat membeli berbagai produk olahan unta langsung di lokasi.
Di antara produk yang dijual, susu unta menjadi favorit utama. Susu ini diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh, seperti membantu membersihkan paru-paru, menambah stamina, dan meningkatkan imunitas karena kandungan lemak dan kolesterolnya tergolong rendah. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau: satu botol ukuran 330 ml dijual seharga 5 riyal, sementara per gelasnya seharga 1 riyal.
Produk berikutnya adalah air kencing unta, yang dipercaya berkhasiat mengatasi gatal-gatal, rambut rontok, hingga penyakit dalam jika dicampur dengan susu unta. Menariknya, harganya jauh lebih mahal dibanding susu — yakni 20 riyal per botol 330 ml.
“Kenapa kencing unta lebih mahal dari susu? Karena unta jarang buang air kecil,” jelas Ustad Ulil.
Tak ketinggalan, daging unta muda juga tersedia dan disuplai ke restoran-restoran yang menyajikan menu khas unta. Selain menikmati dan membeli produk-produk tersebut, pengunjung juga memiliki kesempatan menaiki unta dan berfoto bersama hewan gurun tersebut. Aktivitas ini memberi pengalaman langsung sekaligus edukasi tentang peran penting unta dalam kehidupan masyarakat Arab.
“Para pengunjung bukan hanya berwisata, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang kehidupan unta dan peranannya bagi masyarakat Arab,” tutup Ustad Ulil. Dengan kekayaan edukatif dan pengalaman unik yang ditawarkan, peternakan unta Hudaibiyah terus menjadi destinasi favorit yang memperkaya perjalanan spiritual sekaligus budaya para pelancong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....