Museum Balaputra Dewa Dorong Edukasi Sejarah dan Digitalisasi
- 07 Nov 2025 17:38 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa terus berkomitmen menjadi ruang edukasi sejarah dan budaya bagi pelajar sejak usia dini hingga perguruan tinggi. Melalui kunjungan edukatif yang rutin dilakukan, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan rekreasi bagi masyarakat.
Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Amrullah mengatakan, anak-anak sebaiknya sudah diajak mengenal museum sejak usia Taman Kanak-Kanak (TK) agar terbiasa mencintai sejarah dan budaya bangsanya. “Mulai dari TK, SD, SMP, hingga mahasiswa, bahkan pegawai negeri dan masyarakat umum, kita dorong untuk datang ke museum agar lebih mengenal sejarah peradaban Sumatera Selatan,” ujarnya ketika berbincang dengan RRI, Jumat (7/11/2025).
Melalui kunjungan tersebut, pengunjung dapat mempelajari berbagai koleksi dari masa prasejarah, megalitikum, masa kesultanan, hingga periode revolusi. Museum juga menyediakan layanan pemandu (tur guide) bagi sekolah atau kelompok yang ingin mendapatkan penjelasan mendalam mengenai koleksi dan sejarah yang dipamerkan. Selain itu, tersedia area rekreasi dan permainan tradisional bagi pelajar di halaman belakang museum.
Dalam momentum HUT ke-41 Museum Negeri Sumatera Selatan pada tanggal 5 November 2025, pihak pengelola bertekad melakukan transformasi digital guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman. “Harapan kami, museum ini beralih dari sistem manual ke digitalisasi. Ke depan, informasi koleksi bisa diakses melalui barcode atau layar sentuh seperti museum modern di Jakarta,” tambahnya.
Sementara itu, Vanty Okta Diana sebagai salah satu staf publikasi museum mengatakan, dari sisi kunjungan, museum mencatat peningkatan signifikan. Tahun 2024 lalu, jumlah pengunjung mencapai sekitar 70 ribu orang, didominasi oleh pelajar dan mahasiswa.
“Museum ini juga menerima wisatawan mancanegara dari Tiongkok, Jerman, Korea, dan Australia, Perkembangannya sangat positif, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun publikasi. Kami aktif di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok,” ungkapnya
Vanty juga menambahkan selain pameran, museum juga terus menjaga kebersihan dan perawatan koleksi bersejarah melalui kegiatan konservasi dan reparasi yang rutin dilakukan setiap pekan. Ada beberapa kegiatan juga dilakukan saperti workshop, pelatihan, belajar bersama dan perlombaan ditingkat pelajar juga dapat meningkatkan jumlah kedatangan pengunjung ke museum Negeri Sumatera selatan.
Salah satu pengunjung, Sahira, siswi SMP LTI IGM Palembang, menyampaikan kesannya. Ia merasa senang dan tertarik berkunjung kemuseum, disamping bisa liburan bersama teman-teman, sambil mendapatkan ilmu dari melihat koleksi yang dipamerkan.
“Kita bisa belajar sejarah secara langsung dan mengenal benda-benda zaman dulu. Harapannya lebih banyak anak-anak sekolah datang ke sini agar semakin mengenal sejarah bangsa,” ujarnya.
Dengan semangat digitalisasi dan penguatan fungsi edukatif, Museum Balaputra Dewa diharapkan terus menjadi pusat pembelajaran sejarah sekaligus destinasi budaya unggulan di Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....