Lama Tersimpan di Australia, Kain Songket Palembang Dikembalikan

  • 30 Okt 2025 19:31 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Kain songket yang lama tersimpan di Australia kini telah dikembalikan ke Kota Palembang. Kain songket langkah itu berusia lebih dari seratus tahun.

Pengembalian diserahkan Pete Muskens (70), warga negara Australia keturunan Belanda, kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (29/10/2025). Penandatanganan hibah disaksikan Sultan Palembang Darussalam SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, sejarawan, budayawan, dan perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumsel.

Kain berukuran 80x200 sentimeter itu merupakan Songket Limar Bunga Cogan, tenunan halus khas Palembang dengan benang emas yang dahulu hanya dimiliki kalangan bangsawan. Selama lebih dari tiga dekade, kain itu tersimpan di loteng rumah Pete di Australia.

Pete mengungkapkan, songket itu merupakan peninggalan orang tuanya yang pernah tinggal di Indonesia pada masa kolonial, sekitar 1945–1951. Ayahnya, yang bekerja sebagai pengacara, menerima kain tersebut dari seorang pilot Belanda sebagai pembayaran utang pada 1949. “Orang tua saya berpesan, ini kain songket dari Palembang, tolong disimpan baik-baik,” kata Pete mengenang.

Bahkan, tanpa menyadari nilainya, Pete sempat menggunakannya sebagai taplak meja. Hingga pada Mei 2025, saat berwisata ke Sumatera Barat dan melihat kain serupa di museum, ia mulai menelusuri asal-usulnya

Dari hasil pencarian daring, Pete mengetahui bahwa kain miliknya merupakan Songket Limar Bunga Cogan, warisan budaya tak benda asal Palembang. Ia pun menghubungi pihak Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) dan memutuskan untuk mengembalikannya ke Palembang.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasi tinggi atas keikhlasan Pete Muskens menyerahkan kain bersejarah tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas ketulusan Mr. Pete. Songket ini memiliki nilai sejarah dan seni yang luar biasa. Sekarang resmi menjadi koleksi Museum SMB II,” tegas Ratu Dewa.

Ketua Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) Songket Palembang, Ilham Zhuliansyah, memastikan keaslian kain tersebut. Menurutnya, songket itu dibuat pada awal abad ke-20 dengan teknik berlimar dan motif bunga cogan, menggunakan benang emas berkualitas tinggi.

“Itu asli tenunan Palembang, buatan awal abad 20. Dulu hanya dipakai kalangan ningrat, tidak semua orang bisa memilikinya,” jelas Ilham.

Kembalinya Songket Limar Bunga Cogan ini menjadi momentum penting bagi Palembang dalam upaya pelestarian

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....