Bank Sampah Jadi Solusi Bersih Wisata Gunung Dempo

  • 08 Agt 2025 21:27 WIB
  •  Palembang

KBRN, Pagaralam: Di balik keindahan hamparan kebun teh yang membentang di kawasan Gunung Dempo, tersimpan tantangan besar: sampah wisatawan. Namun, di tengah kekhawatiran itu, muncul secercah harapan melalui gerakan edukatif yang digagas bersama oleh penggiat wisata lokal dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Mereka memperkenalkan konsep bank sampah kepada masyarakat dan pengunjung kawasan Desa Wisata Gunung Dempo, tepatnya di area PTPN I Region 7 Pagar Alam. Sebuah inisiatif sederhana, namun memiliki potensi besar dalam menjaga keberlanjutan ekowisata.

“Di tengah hamparan hijau yang memikat wisatawan, bank sampah hadir sebagai solusi cerdas untuk memastikan bahwa setiap jejak langkah wisata tidak meninggalkan sampah, melainkan membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Wawan Alamsyah, Ketua Desa Wisata Gunung Dempo, Jumat (8/8/2025).

Bank sampah bukan sekadar tempat menaruh limbah. Konsep ini mengajak masyarakat untuk memilah dan menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, kardus, dan botol bekas. Dalam sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN, warga diajari jenis-jenis sampah yang bisa diterima, proses pencatatan, dan bagaimana nilai tukar dari sampah yang ditabung.

“Dalam kegiatan ini kami mencoba berbagi ilmu dan wawasan tentang pengolahan sampah melalui bank sampah. Masyarakat di sekitar tempat wisata Gunung Dempo dapat ikut berpartisipasi menjaga keindahan dari permasalahan sampah,” jelas Rizal, salah seorang mahasiswa KKN UIN Raden Fatah.

Kegiatan edukasi ini juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, warga, dan pengelola wisata untuk menciptakan satu visi: destinasi bersih, lestari, dan ramah lingkungan.

Program ini berjalan dengan semangat gotong royong yang kuat. Mahasiswa bersama tim pengelola wisata dan warga saling bekerja sama untuk menyebarkan informasi penting mengenai peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah mereka sendiri.

“Kami ingin sampah tidak menjadi ancaman di tempat seindah ini, tetapi justru bisa dikelola jadi berkah. Bank sampah menjadi salah satu solusi yang edukatif dan aplikatif,” lanjut Rizal.

Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar. Dengan adanya bank sampah, wisatawan pun turut diajak untuk sadar akan pentingnya membawa pulang sampah mereka atau menyerahkannya ke bank sampah terdekat.

Bagi kawasan seindah Gunung Dempo, menjaga keindahan tidak hanya soal memelihara tanaman dan alam, tapi juga merawat kesadaran sosial terhadap sampah. Jika gerakan ini terus tumbuh dan konsisten, bukan tidak mungkin Desa Wisata Gunung Dempo menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....