Desa Janang, Permata Tersembunyi di Lereng Dempo
- 31 Jul 2025 21:01 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Di balik sejuknya udara pagi dan hamparan hijau kebun teh di kaki Gunung Dempo, tersembunyi sebuah surga kecil yang masih jarang dijamah wisatawan. Desa Janang, yang terletak di kawasan Desa Wisata Gunung Dempo, kini mulai menarik perhatian sebagai destinasi baru yang menyimpan potensi besar dalam dunia pariwisata.
Tak hanya menawarkan keindahan lanskap alam, desa ini juga menyuguhkan keheningan, kesejukan jalur hutan, aliran mata air yang jernih, hingga nilai-nilai budaya lokal yang masih terjaga. Berada di wilayah Afdeling 5 Agung Lawangan, Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Desa Janang menjadi bagian dari wilayah PTPN I Regional 7.
Ketua Desa Wisata Gunung Dempo, Wawan Alamsyah, menyebut bahwa desa ini bukan sekadar tempat indah, tetapi juga memiliki jiwa alam dan kearifan lokal yang kuat.
“Kini saatnya kita angkat wisata tersembunyi ini ke permukaan. Bukan untuk dieksploitasi, melainkan untuk dikenali, dipahami, dan dihargai,” ujar Wawan saat ditemui, Kamis (31/7/2025).
Salah satu daya tarik utama Desa Janang adalah keberadaan Goa Janang, sebuah gua alam yang eksotis dengan mata air mengalir di bawahnya. Kombinasi keduanya menciptakan suasana magis yang cocok untuk wisata alam dan petualangan.
“Ada goa yang bisa menjadi wisata unggulan di desa ini. Mata air di bawah goa menambah daya tarik tersendiri,” jelas Wawan.
Tak hanya pesona alam, desa ini juga menyimpan jejak sejarah berupa jembatan peninggalan Belanda yang dulu digunakan untuk akses menuju perkebunan teh. Meski tak lagi digunakan secara aktif, keberadaan jembatan itu menjadi saksi bisu interaksi masa lalu antara penjajah dan masyarakat lokal.
“Jembatan itu bagian dari sejarah. Di sinilah Belanda dulu membangun akses menuju wilayah penduduk untuk kepentingan mereka, dan kini bisa menjadi bagian dari narasi wisata sejarah,” ujarnya.
Wawan juga menyoroti peran anak-anak muda Pagar Alam yang mulai aktif memperkenalkan dan mempromosikan desa wisata mereka secara mandiri. Menurutnya, kekuatan promosi digital dan narasi autentik dari warga lokal menjadi modal besar dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.
“Desa Janang bukan hanya tempat, tapi simbol semangat anak muda yang ingin desanya dikenal dunia tanpa kehilangan jati dirinya,” tambahnya.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Wawan mengajak semua pihak untuk mendukung pengembangan pariwisata di Pagar Alam, khususnya dengan semangat keberlanjutan.
“Dengan semangat pariwisata berkelanjutan, mari kita berjalan bersama mengenalkan dengan bijak, menjaga dengan cinta, dan membangun dengan kearifan lokal sebagai fondasinya,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....