Rumah Baghi dan Filosofi Mendale Kencane Mandulike Besemah

  • 31 Jul 2025 09:29 WIB
  •  Palembang

KBRN, Pagaralam: Rumah Baghi, rumah adat suku Besemah yang mendiami wilayah Lahat dan Pagaralam, menyimpan kekayaan nilai budaya yang membedakannya dari rumah adat lain di Sumatera Selatan bahkan di provinsi sekitarnya seperti Bengkulu, Jambi, Lampung, hingga Bangka Belitung. Salah satu ciri khas paling menonjol adalah keberadaan ornamen unik bernama Mendale Kencane Mandulike.

Ornamen ini tak sekadar hiasan. Menurut penuturan peneliti dari Kajian Sejarah Besemah (Kajah Official), Yoga Apriliady, Mendale Kencane Mandulike adalah simbol kosmologis yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Besemah yang menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Ornamen mendale kencane mandulike atau bubulan adalah seni yang bernuansa Hindu-Buddha, Islam, dan kearifan lokal. Ia mencerminkan keindahan dan ajaran melalui simbol-simbol visual, lahir dari proses kreatif dan nilai spiritual masyarakat Besemah,” jelas Yoga, Rabu (30/7/2025).

Secara visual, ornamen ini berbentuk lingkaran besar dengan pusat di tengah. Ini merepresentasikan filosofi hidup masyarakat Besemah yang berpusat pada harmoni dan keterhubungan satu sama lain. Bentuk ini juga berkaitan erat dengan konsep mandala, sebuah bentuk spiritual dan simbolik yang mencerminkan keteraturan dan keseimbangan dalam kehidupan.

“Masyarakat Besemah memiliki filosofi hidup selaras dengan sesama dan dengan alam. Simbol lingkaran dalam mendale adalah refleksi dari itu: semua kembali ke pusat, yakni Tuhan,” beber Yoga.

Keindahan dan kekayaan makna Mendale Kencane Mandulike terwujud pula dalam beragam motifnya. Di antaranya motif bunga melur, bunga mate aghi, dan mude paku. Sementara ukiran rumah Baghi juga kerap dihiasi dengan bentuk daun paku, munce hebung, ipang bajik, kuncop teratai, dan lengkenay naik — masing-masing mengandung nilai estetika dan filosofi tersendiri.

Tak banyak rumah adat di Indonesia yang memuat struktur kosmologis dan religius sedemikian mendalam. Rumah Baghi tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga sebagai media ekspresi nilai dan pandangan hidup nenek moyang Besemah.

“Sudah selayaknya kita bangga terhadap warisan leluhur. Rumah Baghi dan Mendale adalah bukti bahwa masyarakat Besemah memiliki karya seni dan budaya yang tinggi — setara dengan peninggalan megalitik di kawasan ini,” tutup Yoga.

Melalui pelestarian ornamen dan arsitektur khas ini, generasi muda Besemah diharapkan mampu memahami jati diri budaya mereka secara lebih utuh, bukan sekadar mengenangnya sebagai artefak masa lalu, tetapi menghidupinya dalam konteks kekinian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....